Home » Supir Mobilio Tewas Ditabrak Kereta Api Sri Bilah di Kecamatan Beringin, Asal Jawa Barat

Supir Mobilio Tewas Ditabrak Kereta Api Sri Bilah di Kecamatan Beringin, Asal Jawa Barat

by R 1
45 views

Beringin –
Identitas pengemudi mobil Honda Mobilio yang tewas setelah tertabrak Kereta Api Sri Bilah Utama di perlintasan tanpa palang pintu, Jalan Dusun Sentosa, Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat (24/10/2025), akhirnya terungkap.

Korban diketahui bernama Janry Sagala, 34 tahun, seorang karyawan swasta yang tinggal di Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Berdasarkan data kepolisian, Janry merupakan warga asal Leuwi Bandung, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan wajah, dengan telinga mengeluarkan darah. Ia meninggal dunia di tempat kejadian dan jenazahnya langsung dievakuasi ke RSU Patar Asih Beringin.

Selain Janry, di dalam mobil juga terdapat dua penumpang perempuan yang mengalami luka-luka. Mereka adalah Adelina Beru Sinuraya, 25 tahun, warga Jalan Jamin Ginting, Gang Aman Lorong IV, Desa Kampung Dalam, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, dan Deby Claudia Arfika, 27 tahun warga Dusun Sunda, Desa Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang.

Adelina mengalami luka memar di kepala, perut, serta robek di pipi kiri. Ia sempat dirawat di RSU Patar Asih Tumpatan sebelum dirujuk ke RS Colombia Asia, Medan. Sementara Deby mengalami luka memar di kepala, tangan kiri, dan perut, dan hingga kini masih menjalani perawatan di RSU Patar Asih.

Masinis Kereta Api Sri Bilah Utama KA 51, yang diketahui bernama Nurdin, 31 tahun, merupakan pegawai PJKA Medan.

Menurut keterangan Kasat Lantas Polresta Deli Serdang AKP Resti Widya Sari melalui Kanit Gakkum, Iptu Robert Gultom, kejadian bermula saat mobil Honda Mobilio yang dikemudikan Janry melintas dari Jalan Dusun Sentosa menuju Jalan Besar Bakaran Batu. Saat menyeberang rel kereta api tanpa palang pintu, mobil tiba-tiba tertabrak Kereta Api Sri Bilah Utama KA 51 yang datang dari arah Tebing Tinggi menuju Medan.

“Kecelakaan terjadi diduga karena pengemudi tidak memperhatikan datangnya kereta saat melintas di rel tanpa palang pintu. Akibatnya, mobil tertabrak dan terseret hingga beberapa ratus meter,” ujar Iptu Robert Gultom saat dikonfirmasi, Jumat sore.

Petugas Satlantas Polresta Deli Serdang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan pihak PT KAI untuk menindaklanjuti insiden ini.

Kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu tersebut kembali menjadi sorotan warga setempat.

Warga berharap agar pemerintah dan pihak terkait segera memasang palang pintu atau rambu peringatan demi keselamatan pengendara yang melintas di jalur tersebut.

banner 325x300

You may also like

Leave a Comment

Latest Articles

51 Siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam Lulus PTN Jalur Prestasi Lubuk Pakam – Sebanyak 51 siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, berhasil lulus ke sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia melalui jalur prestasi pada tahun ajaran 2025/2026. Hal tersebut disampaikan Kepala SMA Negeri 2 Lubuk Pakam, Sari Manurung, didampingi Ketua Komite Sekolah Muriadi, Rabu (8/4/2026). “Sebanyak 51 peserta didik kami diterima di perguruan tinggi negeri tanpa melalui tes, melalui jalur prestasi,” ujar Sari Manurung. Ia menjelaskan, para siswa yang lulus tidak hanya diterima di PTN yang berada di Sumatera Utara, tetapi juga di berbagai perguruan tinggi ternama di luar daerah. Salah satu di antaranya adalah Institut Pertanian Bogor yang menjadi tujuan beberapa siswa dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Menurut Sari, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras siswa, dukungan orang tua, serta peran aktif tenaga pendidik dalam membimbing dan mempersiapkan peserta didik sejak dini. Pihak sekolah berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan akademik maupun non-akademik. Sementara itu, Ketua Komite Sekolah Muriadi menyampaikan apresiasi atas capaian para siswa serta kinerja pihak sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. “Keberhasilan ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang,” ujarnya. Dengan capaian tersebut, SMA Negeri 2 Lubuk Pakam kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang mampu bersaing dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hingga kini pihak sekolah masih melakukan pendataan lanjutan terkait sebaran lengkap perguruan tinggi tujuan para siswa.(*) Teks foto: SMA Negeri 2 Lubuk Pakam.

GOOGLE Picks

 

HORASNEWS.COM

Email us:

costumer services
 
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00