Deli Serdang – Komoditas ayam merupakan salah satu makanan utama yang cukup vital bagi masyarakat tanah air. Tekstur yang renyah dan empuk, membuatnya menjadi pilihan makanan untuk segala usia. Kemudahan penyajian juga menjadi unggulan lain dari produk ayam.
Berbagai menu bisa disajikan dengan bahan dasar ayam, membuat sebagian besar rumah tangga bertumpu kepada produk ini.Namun sayang, kondisi peternakan ayam hingga saat ini, belum menunjukkan keberpihakan kepada peternak lokal yang umumnya berskala UMKM (Usaha Kecil, Menengah dan Mikro).
Memang, bisnis ayam adalah bisnis padat modal, yang artinya hanya pihak yang punya modal bisa menjadi pemain utama. Adapun masyarakat biasa yang bermodal pas-pasan, akan sulit bersaing dengan korporasi besar.
Saat ini, pangsa pasar banyak dikendalikan oleh perusahaan besar. Apalagi perusahaan tersebut merupakan Penanaman Modal Asing (PMA) yang artinya milik pengusaha luar negeri. Kendala utama yang dihadapi oleh peternak lokal adalah penyediaan pakan ternak dan bibit ayam. Di pasaran, harga pakan ternak sering melonjak dan membuat harga pokok produksi (HPP) semakin meningkat.
Namun ironisnya, pada saat panen ayam,harga jual ayam malah menurun. Hal ini menyebabkan kerugian bagi para peternak. Melihat ketimpangan yang ada, pemerintah turut aktif membina dan mendorong dengan berbagai cara, agar peternak punya kemandirian dalam pengadaan pakan.
Salah satunya melalui riset dan pengabdian yang dimotori oleh Kemdiktisaintek. Setiap tahunnya, Kemdiktisaintek menyalurkan hibah yang digarap bersama dengan seluruh kampus yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) yang menyasar kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
Untuk tahun anggaran 2025, salah satu kelompok peternak yang berhasil memperoleh kerjasama hibah adalah Gapoktan Sehati yang berlokasi di Desa Jaharun A, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Bekerjasama dengan Tim Pengabdian yang berasal dari beberapa kampus, Gapoktan Sehati memperoleh bantuan hibah berupa 1 set Mesin Pakan ternak berupa Mesin Hammer Mill, Mesin Mixer dan Mesin Pellet seerta 1 set Mesin Penetas Telur.
Berbekal keinginan kuat untuk membantu para peternak lokal, program hibah berlangsung pada tanggal 10 september 2025, berupa serah terima mesin pakan dan mesin penetas telur.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Gapoktan Sehati, Rachmat Sudrajat, ST, menyampaikan apresiasi yang tinggi karena mesin berproduksi dengan baik serta menggembirakan para peternak. Semuanya berharap, dengan mesin yang ada, akan membuat mereka mampu memproduksi pakan secara mandiri.
Program yang diprakarsai oleh Dr. Muhammad Fahmi, SE., MM dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) beserta anggota Tim lainnya, Dr.Yani Suryani,SE.,M.Si dari Universitas Harapan Medan Prodi Akuntansi serta Novien Rialdy, SE., MM dari UMSU, bukan hanya memberikan alat teknologi pakan, namun juga membekali peternak dengan berbagai pelatihan.
Beberapa pelatihan yang diberikan berupa pelatihan pengelolaan modal, pelatihan penyusunan laporan keuangan, pelatihan pembukuan dan pelatihan pemasaran online. Dengan berbagai ketrampilan yang ada, diharapkan para peternak, mampu mengelola.
