Home » Korban Pencurian di STM Hilir Malah Jadi Tersangka, Warga Geruduk Kejari Deli Serdang

Korban Pencurian di STM Hilir Malah Jadi Tersangka, Warga Geruduk Kejari Deli Serdang

by R 1
34 views

Lubuk Pakam –

Kasus pencurian di Dusun II, Desa Negara Beringin, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir (STM Hilir), Kabupaten Deli Serdang, berbuntut panjang.

Puluhan warga mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Deli Serdang di Lubuk Pakam untuk mempertanyakan mengapa keluarga mereka yang menjadi korban pencurian justru ditetapkan sebagai tersangka dan akan ditahan oleh pihak kejaksaan, Rabu (5/11/2025).

Informasi dihimpun, peristiwa ini berawal dari kasus pencurian di tiga rumah warga bersaudara — Mansur Tarigan (33), Muliana Tarigan (39), dan Neni Alvionita (31) — pada 28 Juni 2025 malam. Saat kejadian, para korban sedang menghadiri acara layatan keluarga yang meninggal dunia.

Ketika kembali ke rumah, mereka mendapati rumah dalam keadaan berantakan dan sejumlah barang serta uang hilang. Warga bersama Kepala Dusun II Wendi Mamola Tarigan kemudian mencari pelaku dan menemukan tiga remaja, yakni Kasdito Sitepu (17), Jeril (17), dan seorang temannya, berada di dekat sekolah tak jauh dari lokasi kejadian.

Di tempat itu, pelaku Kasdito Sitepu mengakui perbuatannya dan sempat terlihat membuang uang hasil curian. Warga kemudian membawa Kasdito ke Polsek Talun Kenas untuk diproses lebih lanjut. Namun, dari hasil penyelidikan polisi, hanya satu orang yang dijadikan tersangka, yakni Kasdito Sitepu.

Tak lama berselang, tepatnya pada 30 Juni 2025, Jonri Silaban — ayah dari Jeril — melaporkan Mansur Tarigan ke Unit PPA Polresta Deli Serdang dengan tuduhan penganiayaan terhadap anaknya saat penangkapan. Berdasarkan laporan itu, polisi menetapkan Mansur Tarigan sebagai tersangka dengan ancaman pidana di atas tiga tahun.

Kuasa hukum Mansur Tarigan, Farid Faturahman, MH dan Daniel Lumban Raja, SH, menilai penanganan perkara tersebut tidak profesional.

“Klien kami adalah korban pencurian, tetapi justru dijadikan tersangka atas laporan pihak yang diduga terlibat dalam pencurian. Ini jelas tidak adil,” ujar Farid saat ditemui di Lubuk Pakam, Kamis (6/11/2025).

Menurut Farid, saat kejadian, warga bersama kepala dusun hanya melakukan interogasi terhadap pelaku di tempat umum tanpa ada penganiayaan. Bahkan, ia menyebut saksi-saksi di lapangan akan dihadirkan di pengadilan untuk membuktikan bahwa kliennya tidak melakukan kekerasan.

“Kami siap membuktikan di persidangan bahwa Mansur tidak melakukan penganiayaan. Ia justru membantu menjaga keamanan lingkungannya,” tambahnya.

Farid juga menyesalkan tindakan aparat kepolisian yang menangkap kliennya saat sedang menjadi saksi dalam persidangan kasus pencurian di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, tanpa menunjukkan surat tugas resmi.

“Kami meminta agar Presiden Prabowo Subianto dan pihak terkait dapat memperhatikan perkara ini. Kami menduga ada ketidakprofesionalan dalam penanganannya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dusun II Desa Negara Beringin, Wendi Mamola Tarigan, menegaskan Mansur Tarigan adalah korban, bukan pelaku.

“Kami bersama warga datang ke Kejaksaan untuk menyampaikan klarifikasi dan dukungan moral agar Mansur mendapat keadilan. Ia korban pencurian, bukan pelaku,” ujar Wendi di hadapan wartawan.

Warga berharap pihak Kejaksaan Negeri Deli Serdang dapat meninjau kembali berkas perkara tersebut sebelum mengambil keputusan lebih lanjut terkait penahanan Mansur Tarigan.

 

banner 325x300

You may also like

Leave a Comment

Latest Articles

51 Siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam Lulus PTN Jalur Prestasi Lubuk Pakam – Sebanyak 51 siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, berhasil lulus ke sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia melalui jalur prestasi pada tahun ajaran 2025/2026. Hal tersebut disampaikan Kepala SMA Negeri 2 Lubuk Pakam, Sari Manurung, didampingi Ketua Komite Sekolah Muriadi, Rabu (8/4/2026). “Sebanyak 51 peserta didik kami diterima di perguruan tinggi negeri tanpa melalui tes, melalui jalur prestasi,” ujar Sari Manurung. Ia menjelaskan, para siswa yang lulus tidak hanya diterima di PTN yang berada di Sumatera Utara, tetapi juga di berbagai perguruan tinggi ternama di luar daerah. Salah satu di antaranya adalah Institut Pertanian Bogor yang menjadi tujuan beberapa siswa dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Menurut Sari, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras siswa, dukungan orang tua, serta peran aktif tenaga pendidik dalam membimbing dan mempersiapkan peserta didik sejak dini. Pihak sekolah berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan akademik maupun non-akademik. Sementara itu, Ketua Komite Sekolah Muriadi menyampaikan apresiasi atas capaian para siswa serta kinerja pihak sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. “Keberhasilan ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang,” ujarnya. Dengan capaian tersebut, SMA Negeri 2 Lubuk Pakam kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang mampu bersaing dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hingga kini pihak sekolah masih melakukan pendataan lanjutan terkait sebaran lengkap perguruan tinggi tujuan para siswa.(*) Teks foto: SMA Negeri 2 Lubuk Pakam.

GOOGLE Picks

 

HORASNEWS.COM

Email us:

costumer services
 
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00