Home » Diduga Selingkuhi Janda, Kepala Desa Galang Barat Dilaporkan ke Bupati Deli Serdang

Diduga Selingkuhi Janda, Kepala Desa Galang Barat Dilaporkan ke Bupati Deli Serdang

by R 1
30 views

Galang –
Kepala Desa (Kades) Galang Barat, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, M Lukenra Sinaga (50), dilaporkan ke Bupati Deli Serdang oleh seorang perempuan bernama May Khairani, warga Desa Jaharun B, Kecamatan Galang. Laporan tersebut juga ditembuskan ke Camat Galang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Inspektorat Deli Serdang.

May Khairani, seorang janda dua anak yang merupakan anak pensiunan TNI, mengaku kecewa dan merasa dipermainkan oleh Kades Lukerna, yang disebut telah menjalin hubungan asmara dengannya selama hampir empat tahun.

“Kami menjalin hubungan selama 3,8 tahun. Tapi pada 28 Juli 2025 saya baru tahu kalau ternyata Lukerna punya perempuan lain dan sudah punya anak dari hasil hubungan mereka,” ujar May Khairani saat dikonfirmasi, Rabu (12/11/2025).

May mengungkapkan, perempuan lain yang dimaksud adalah warga Kabupaten Serdang Bedagai berinisial I, yang disebut telah dinikahi secara siri oleh Lukenra. Tidak berhenti di situ, May juga mengaku mendapat kabar bahwa Lukerna baru-baru ini menikah secara resmi dengan janda lain asal Desa Galang Suka pada Oktober 2025.

“Dalam waktu empat bulan, dia sudah menikah dengan dua perempuan. Sementara saya hanya dijanjikan akan dinikahi. Saya merasa sangat dipermainkan,” ungkapnya.

May menambahkan, Kades Lukenra sempat menjanjikan uang sebesar Rp10 juta sebagai bentuk “ganti rugi” atas hubungan mereka. Namun, ia memilih menempuh jalur pelaporan resmi kepada pemerintah daerah agar persoalan ini mendapat perhatian.

“Saya sudah laporkan ke Camat, Dinas PMD, Inspektorat dan Bupati Deli Serdang. Saya harap Bapak Bupati menindak tegas oknum kades seperti ini,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Galang Barat, M Lukenra Sinaga membenarkan pernah menjalin hubungan dengan May Khairani, namun mengklaim hubungan itu sudah lama berakhir.

“Kami sudah putus setahun lalu dan tidak ada komunikasi lagi,” kata M Lukerna seraya mengaku jika ibunya Beru Sembiring.

Pernyataan ini dibantah oleh May, yang mengaku masih berhubungan dengan Lukenra hingga beberapa bulan terakhir. Ia bahkan menyebut masih berkomunikasi dan bertemu secara pribadi dengan sang kades.

“Tanggal 6 November 2025 kemarin kami masih berkomunikasi. Bahkan Juli 2025 kami masih melakukan hubungan layaknya suami istri sah saat saya mengantarkan obat untuk kakinya yang sakit di rumahnya di Galang Suka,”beber May Khairani kesal.

May berharap laporan yang telah disampaikannya dapat ditindaklanjuti oleh Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, agar tidak ada lagi tindakan serupa yang mencoreng nama baik pemerintahan desa.

banner 325x300

You may also like

Leave a Comment

Latest Articles

Mudik Aman Berbagi Harapan, PTPN 1 Regional 1 Lepas Tiga Bus Mudik Gratis Tanjung Morawa – Region Head PT Perkebunan Nusantara I Regional 1, Wispramono Budiman bersama Operation Head Ganda Wiatmaja melepas keberangkatan tiga unit bus mudik gratis bagi masyarakat dan keluarga besar PTPN yang akan pulang ke kampung halaman menjelang Hari Raya Idulfitri, Selasa (17/3). Pelepasan dilakukan di halaman Kantor PTPN I Regional 1 di Tanjung Morawa. Dalam sambutannya, Wispramono Budiman menyampaikan harapannya agar para peserta mudik dapat menempuh perjalanan dengan aman serta menikmati momen Lebaran bersama keluarga di kampung halaman. “Selamat jalan, semoga sampai di tujuan dengan aman dan dapat menikmati Lebaran di kampung halaman bersama keluarga,” ujarnya saat melepas rombongan pemudik. Operation Head PTPN I Regional 1, Ganda Wiatmaja, mengatakan bahwa program mudik gratis ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat, khususnya mereka yang akan merayakan Idulfitri di kampung halaman. Menurutnya, selama ini PTPN 1 Regional 1 hanya berpartisipasi dalam program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Namun pada tahun ini, perusahaan untuk pertama kalinya menyelenggarakan program mudik gratis secara mandiri dengan menyiapkan tiga unit bus bagi masyarakat. Adapun tiga bus yang disediakan melayani beberapa rute perjalanan, yakni satu bus menuju Pekanbaru, Riau, melalui rute Labuhan Batu, dan dua bus lainnya menuju Bukit Tinggi, Sumatera Barat, melalui rute Padang Sidempuan. “Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus memberikan alternatif transportasi yang lebih aman bagi para pemudik dibandingkan menggunakan sepeda motor dan mengurangi jumlah kepadatan kendaraan mudik di jalan,” kata Ganda. Ia menambahkan, program mudik gratis ini direncanakan menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan melalui PTPN 1 Regional 1 sebagai bagian dari program yang diinisiasi oleh Danantara dan BP BUMN yang melibatkan PTPN Group. Manajemen Regional 1 berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan jumlah peserta yang lebih banyak, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Sejalan dengan harapan Manajemen Regional 1, salah seorang masyarakat yang ikut dalam rombongan mudik gratis dengan tujuan Bukit Tinggi, Erwin mengatakan kami dari masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada PTPN I yang telah mengadakan mudik lebaran bersama rombongan keluarga kita semua. “Kita berharap di tahun-tahun berikutnya masih bisa dilaksanakan mudik gratis ini”harap Erwin. Acara pelepasan Mudik gratis PTPN I Regional 1 ini juga dihadiri Kepala Bagian dan seluruh karyawan karyawati PTPN I Regional 1 Tanjung Morawa.(*) Teks foto: PTPN I Regional 1 melepas keberangkatan tiga unit bus mudik gratis bagi masyarakat dan keluarga besar perusahaan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dugaan Korupsi Dana BOS SMKN 1 Lubuk Pakam Naik ke Tahap Penyidikan Kejari Deli Serdang Lubuk Pakam – Kejaksaan Negeri (Kejari) Deli Serdang meningkatkan penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan buku yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMKN 1 Lubuk Pakam ke tahap penyidikan. Perkembangan tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Deli Serdang, Sapta Putra, melalui Kepala Seksi Intelijen Kejari Deli Serdang, Roby Syahputra, didampingi tim Pidana Khusus (Pidsus) saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (11/3/2026). Roby menjelaskan, sebelumnya kasus tersebut masih berada pada tahap penyelidikan. Namun setelah dilakukan pengumpulan data dan bahan keterangan, perkara tersebut kini resmi naik ke tahap penyidikan. “Kasus ini sebelumnya dalam tahap penyelidikan dan sekarang sudah masuk ke tahap penyidikan,” ujar Roby. Ia mengatakan dugaan tindak pidana korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan buku yang dibiayai dari dana BOS yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, tim Pidsus Kejari Deli Serdang masih terus bekerja untuk mendalami perkara tersebut, termasuk mengumpulkan alat bukti serta memeriksa pihak-pihak yang terkait. “Terkait pengadaan buku ini, tim Pidsus masih terus bekerja. Untuk perkembangannya nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan wartawan,” katanya. Sementara itu, terkait potensi kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tersebut, Roby menyebutkan hingga saat ini belum dapat dipastikan karena masih dalam proses penyidikan. Ia menambahkan bahwa nominal kerugian negara akan diketahui setelah proses pemeriksaan dan perhitungan oleh pihak yang berwenang selesai dilakukan. “Untuk kerugian negara saat ini belum dipaparkan, karena tim Pidsus Kejari Deli Serdang masih bekerja dalam melakukan penyidikan kasus tersebut,” tambahnya.(*) Teks foto: SMK Negeri 1 Lubuk Pakam.

GOOGLE Picks

 

HORASNEWS.COM

Email us:

costumer services
 
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00