Tiga Mahasiswa USU Sabet Tiga Medali Bergengsi

207

HORASNEWS.COM-Dua mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil menyabet 3 medali emas dalam ajang 22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Tecnologies Archimedes yang digelar di Moscow, Rusia, 26-29 Maret 2019 lalu.

Mereka, Wahid Nurhayat dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam angkatan 2017 dan Winelda Mahfud Zaidan Haris  dari Fakultas Kedokteran Gigi angkatan 2015. Keduanya berhasil mengalahkan peserta dari lebih 50 negara berkat temuan mereka berupa kanvas rem berbahan kemiri.

Mereka tergabung dalam tim Schneider USU, komunitas mahasiswa berprestasi dari beberapa fakultas di USU. Diantaranya, Fakutas Teknik, Perawatan, Kedokteran Gigi, Pertanian, dan Ekonomi. Tim dibentuk  Februari 2016 lalu ini bertujuan mengembangkan penelitian skala nasional maupun internasional, untuk membangun Sumatera Utara berbasis pendidikan yang diperoleh dari bangku perkuliahan di Kampus USU.

Komunitas ini menghasilkan ilmuan-ilmuan muda yang berasal dari mahasiwa berbagai jurusan di Universitas Sumatera Utara. Prestasi yang mereka capai tidak hanya tingkat nasional, berbagai penghargaan di tingkat international juga mereka raih.

Komunitas ini dibentuk oleh Juliaster Marbun, pemuda asal Siborong-borong, alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) USU. Juliaster mulai berinisiatif untuk melakukan penelitian pada tahun 2010 lalu. Mengapa memilih menciptakan inovasi dari cangkang kemiri? Ternyata terdorong arahan dari dosen pembimbingnya saat ia hendak mengerjakan tugas akhir saat itu.

Ia pun mulai melakukan penelitian dan pengembangan kulit kemiri sebagai tugas akhir. Sambil meneliti, ia terus berkonsultasi dengan sang dosen. Kulit kemiri diteliti untuk melihat cocok dijadikan apa. Berikutnya, mencari-cari ide pemanfaatan bahan tersebut.

Muncul ide bikin kanvas rem. Mengapa kanvas rem? Karena kanvas rem konvensional saat ini berbahan utama asbestos. Adapun asbestos – menurut hasil penelitian— menimbulkan dampak terhadap kesehatan manusia saat melakukan pengereman sepeda motor. Sementara batangan cangkang kemiri yang dibuatnya, memiliki kelenturan yang cocok dan kealotan yang pas untuk menggantikan asbestos.

Juliaster dengan ilmu yang diperolehnya selama kuliah, terus meneliti dan mengembangkan batangan cangkang kemiri menjadi Bio Discbrake.

Untuk membantunya, ia membentuk tim Schneider USU, komunitas mahasiswa berprestasi dari beberapa fakultas di USU. Ada dari Fakutas Teknik, Perawatan, Kedokteran Gigi, Pertanian, dan Ekonomi. Tim dibentuk pada Februari 2016 lalu. Tujuan tim, mengembangkan penelitian skala nasional maupun internasional, untuk membangun Sumatera Utara berbasis pendidikan yang diperoleh dari bangku perkuliahan di Kampus USU.

Khusus untuk inovasi cangkang kemiri, Juliaster fokus mengembangkannya bersama dua mahasiswa sebagai anggota tim, yakni Winelda Mahfud Zaidan Haris dari Fakultas Kedokteran Gigi angkatan 2015, dan Wahid Nurhayat dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam angkatan 2017. Juliaster menjadi pembimbing.

Hasilnya, inovasi kanvas rem berbahan kulit kemiri yang lebih tahan lama dalam penggunaan alat pengerem pada sepeda motor. Aman bagi pengendara maupun lingkungan.

Saat ini Tim Schneider sedang menerima hibah untuk penelitian terkait Calon Perusahaan Pemula Berbasis Tekhnologi (CPPBT). Bermacam ajang yang mereka ikuti adalah untuk mencari investor yang bisa mengkomersilkan inovasi kanvas rem itu.

Wineda Mahfud Zaidan Haris selaku Chief Executive Officer (CEO) dan juga Menteri PSDM Schneider Team USU Berhasil Memperoleh “Juara 3 Presentasi Roadmap Individu Terbaik” Di Acara Pelatihan Bootcamp CPPBT (Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi) 2019 yang diadakan Oleh Ristek Dikti di Hotel Mercure Jakarta Pada Tanggal 9 – 11 April 2019.

Lewat kompetisi itu, mereka akan menerima investasi dengan dana besar untuk melanjutkan penelitian. Saat ini, produk ini ada ditahap inkubasi.

Dengan bekal yang dimiliki, anggota komunitas Schneider Team memiliki tujuan utama yaitu mengharumkan nama Universitas Sumatera Utara sekaligus menjadi komunitas yang inspiratif bagi mahasiswa di Indonesia khususnya di Universitas Sumatera Utara.(rel)