Team Fakhrizal Nilai Helpdesk KPU Tak Profesional

487

HORASNEWS.COM- Team pendukung Fakhrizal menilai helpdesk KPU Sumbar tak profesional, karena membuat disitus mereka seolah-olah data yang dikirim sudah cukup hanya sekitar 200 ribu lebih, disitu tidak diterangkan kalau dukungan akan terus dinport team segingga mencapai batas dukungan.

Dalam berita yang dimuat pada situs dengan inisial R tersebut juga tidak diterangkan dengan jelas, proses yang sedang berjalan.

Haris yang merupakan salah seorang team Fakhrizal mengatakan , kedatangannya ke KPU pada Jumat (10/1/2020) hanya untuk berkordinasi dan berkonsultasi dengan helpdesk, bukan untuk melaporkan jumlah berapa KTP dukungan yang sudah diinput kedalam silon.

“Saya datang ke KPU bukan untuk melaporkan berpa banyak dukungan yang sedang diunput, tapi hanya untuk berkordinasi dan berkonsultasi,” ucap Haris.

Ditambahkannya, tadinya sewaktu ia datang menemui helpdesk KPU ada kasubag Teknis dan Hupmas Jumiati, semua berjalan wajar dan saling mengisi, setelah tinggal berdua dengan Romi, ia ditanya mengenai silon bukan untuk diekspos, ternyata tanpa sepengetahuan dan konfirmasi pada team keluar berita disitus KPU.

“Kani merasa dirugikan dengan berita disitus KPU tersebut, mestinya inisial R itu konfirnasi pada kami, sehingga tidak carut-marut mengekspos yang sebenarnya,” tegas Roni.

Pernyataan Romi juga didukung Bundo, yang sehari-hari bersama-sama dengan team muda memasukkan data dalam silon KPU.

Dengan nada emosi Bundo mengatakan, helodesk KPU tidak profesional dan terkesan melemahkan semangat pendukung Fakhrizal untuk berjuang serta bekerja.

“Tugas helpdesk itu membantu untuk memberikan masukan yang berkaitan dengan sistem pilkada, bukan membuat berita sepihak, ini namanya tidak profesional dan terkesan menjatuhkan kinerja serta semangat pendukung,” tegas Bundo.

Lebih parah lagi, berita dari situs KPU dengan inisial R tersebut diambil orang-orang tertentu dan disebarkan pada berbagai grup wag, itu membuat penilaian negatif pada kinerja team.

Karena merasa dirugikan dengan tulisan disitus tersebut, rencana pada Sebin mendatang Bundo beserta beberapa orang anggota team akan mendatangi KPU Sumbar, untuk melakukan klarifikasi dan meminta agar tulisan tersebut dicabut.

“Saya dan beberapa rekan, rencananya akan mendatangi KPU Sumbar ut menanyakan maksud inisial R itu membuat berita gak benar tersebut, karena kedatangan Haris saat bukan untuk melaporkan dan bukan pula untuk diekspos, jadi apa yang dilakukan inisial R itu sudah tidak benar bahkan cendrung amat gegabah,” berang Bundo.

Bundo sendiri merasa, baru kali ini KPU melakukan ekspos tanpa pertimbangan, karena selama ini ia tidak pernah melihat lembaga ini gegabah dalam mengekspos apapun.

“Baru kali ini helpdesk KPU amat gegabah, biasanya gak pernah seperti ini, kami amat kecewa dan gak pantas helpdesk seperti iti,” tandas Bundo.(nov)