Sumbar Kekurangan 1080 Penata dan Dokter Anestesi

135

HORASNEWS.COM- Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke XII, di Kota Padang, Sumatra Barat. Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, Sumbar masih kekurangan 1080 orang penata dan dokter anestesi.

Mukernas IPAI ke XII ini berlangsung di Hotel Inna Muara Kota Padang, Sumatra Barat, Jumat (23/08/2019). Mukernas dibuka Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kesehatan RI, Oscar Primadi.

Mukernas ini sekaligus seminar dan wordshop ini juga dihadiri Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit. Sebanyak 34 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPAI juga hadir.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyampaikan, Sumbar masih membutuhkan 1080 penata dan dokter anestesi. Hal ini sesuai dengan kebutuhan rumah sakit di Sumbar.

Saat ini, Sumbar masih memiliki 135 penata anestesi dan 35 orang dokter anestesi. Hal ini sangat minim jika dibandingkan jumlah rumah sakit di Sumbar mencapai 75 rumah sakit.

“Idealnya, setiap rumah sakit satu dokter anestesi, sedangkan penata anestesinya minimal 4 orang,” ujar Nasrul Abit.

Dia berharap, dengan dibukanya program anestesi di Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Andalas (Unand) bisa memenuhi kebutuhan penata dan dokter anestesi di Sumbar.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kesehatan RI, Oscar Primadi berharap dengan Mukernas IPAI ini bisa melahirkan solusi dan ide-ide baru bagi pemerintah.

Apa Itu Anestesi

Sebagian orang mungkin berasumsi bahwa pekerjaan seorang dokter anestesi hanya sebatas memberikan pembiusan. Padahal tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh dokter anestesi mencakup banyak hal, termasuk memantau kondisi pasien serta memastikan pasien tidak merasa nyeri selama dan setelah operasi.

Dokter anestesi merupakan dokter spesialis yang bertanggung jawab untuk memberikan anestesi atau pembiusan kepada pasien yang hendak menjalani prosedur bedah (operasi) dan prosedur medis lainnya.

Dokter anestesi merupakan bagian dari tim bedah, yang bekerja sama dengan dokter bedah dan perawat. Tindakan anestesi yang dilakukan dokter spesialis ini berupa pemberian obat-obatan sedatif dan antinyeri. Tujuannya agar pasien tertidur dan tidak merasakan nyeri selama prosedur operasi.

Sebelum operasi

Tanggung jawab dokter anestesi dimulai dari sebelum prosedur operasi dilaksanakan. Di tahap ini, dokter anestesi bertugas membuat evaluasi sebelum pembiusan, yakni memastikan kondisi pasien layak untuk menjalani operasi.

Selain itu, dokter anestesi juga akan membuat rencana anestesi yang sesuai dengan kondisi pasien. Ini termasuk jenis anestesi apa yang akan digunakan, serta metode alat bantu napas yang akan diberikan.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dokter anestesi sebelum memberikan pembiusan, antara lain:

Kondisi pasien saat ini dan riwayat kesehatan pasien sebelumnya. Dokter anestesi akan memeriksa apakah pasien pernah dioperasi, jenis operasinya, masalah kesehatan yang dimiliki (misalnya diabetes atau sakit jantung).

Pasien juga diminta untuk memberi tahu dokter apakah dia atau anggota keluarganya punya alergi terhadap obat bius atau obat-obatan lainnya.

Jenis operasi. Misalnya, pasien mungkin perlu anestesi umum untuk memastikan kenyamanan dan keamanan selama menjalani operasi besar.

Hasil pemeriksaan medis termasuk pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti tes darah atau elektrokardiogram (EKG). (red)