Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Alam di Padang Berjalan Baik

72

HORASNEWS.COM-Simulasi Kesiapsiagaan Operasional Koopsau I dalam rangka Penanggulangan Bencana Gempa DanTsunami di Kota Padang, Sumatra Barat dengan sandi “Kampita Sandi 19” berjalan baik.

Pangkoopsau I  Marsma TNI Fadjar Prasetyo, di dampingi Komandan Lanud Sutan Sjahrir Kolonel Pnb Purwanto Adi Nugroho mengatakan, simulasi ini dilaksanakan dua. Hari pertama tanggal 20 Juni 2019  digelar pasukan siap-siapa saja yang terlibat berserta dengan perlengkapannya.

Sedangkan, hari kedua tanggal  21 Juni 2019, simulasi menggunakan dukungan udara yang dimiliki oleh Koopsau I. Diantaranya Hercules C-130 Skadron 31, Pesawat CN 295 Skadron 2, serta Hely NAS-332 Super Puma Skadron 6.

“Satuan pendukungnya ada dari Yonkes Mabesau, Kesehatan Koopsau I dan Denmatra I Paskhas Lanud Halim Perdanakusuma, Tim pendukung dari Lanud Sutan Sjahrir serta Tim pendukung dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan unsur TNI-Polri lainnya,” ungkap Pangkoopsau I.

Pesawat dan satuan pendukung lainnya itu mereka bertugas selain evakuasi, mereka sudah terlatih dan sudah punya pengalamn dalam penanganan evakuasi penanggulangan bencana, seperti yang telah kita lakukan lewat udara yang menggunakan Pesawat Hercules C 130 berupa CDS ( Cargo Droping System ) mendrop atau menjatuhkan barang logistik yang dikemas.

“Bantuan korban bencana lewat udara dengan menggunakan  parasut dengan berat 500 kg, seperti obat obatan, makanan yg dilaksanakan didaerah tidak bisa dijangkau lewat darat dengan menggunakan pesawat Hercules dapat dilaksanakan dengan tepat sasaran dengan tujuan logistik biar tidak rusak,” katanya.

Selain itu jelas Pangkoopsau I, Hely Super Puma bertugas sebagai Helly box yaitu bantuan yg didrop atau dijatuhkan dari udara yang dikemas dengan satu kotak agar tidak rusak isinya berupa obat-obatan dan makanan untuk korban bencana yang tidak dapat dijangkau lewat darat.

“Kemungkinan juga selain memakai Helikopter jika mungkinkan kita juga menurunkan pesawat CN 295 dengan tujuan yang sama seperti halnya Pesawat Hercules atau Helikopter,”  jelasnya.

Sebagai simulasi logistik CDS dan Helly Box atau droping bantuan logistik melalui udara berbentuk box yang sudah didesain khusus untuk droping kapasitas 10 kg, diloading dari Lanud Sutan Sjahrir.

Dipilihnya Lanud Sutan Sjahrir karena berdasarkan fasilitas Lanud Sutan Sjahrir mempunyai run way yang cukup dan efisien waktunya juga pada saat menuju pantai Padang pada waktu pengamatan lewat udara dengan pesawat CN 295 milik TNI AU dalam hal Koopsau I.

Diakhir kegiatan tersebut, Pangkoopsau I Marsma TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., melalui Asops Koopsau I Kolonel Pnb Zulfahmi dalam acara penutupan latihan, secara umum kegiatan ini sudah dapat berjalan dengan baik, tapi perlu kita kaji ulang lagi, selanjutnya pada dasarnya kegiatan sudah terlaksana dengan baik tanpa ada accident yang berlaku.

Danpuslat TNI Marsekal TNI Djamaludin, M.Si (Han) disela penutupan Latihan Kesiapsiagaan Koopsau I juga membacakan sambutan Dankodiklat TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, S, IP.

Menurutnya, pada dasarnya pelaksanaan latihan ini sangat bagus dan lancar, tapi hasilnya tetap dikaji ulang. Semua unsur yang sudah terlibat berkerja dengan baik, kedepannya saya berharap dengan latihan yang telah usai kita laksanakan. “Kedepan kita akan lebih siap lagi, terutama kesiapan setiap bagian yang terlibat nanti akan lebih dipersiapkan lagi apabila terjadi pada kejadian yang sebenarnya,” jelasnya.(rel)