Setelah Warisan Dunia, Ini Sikap Tokoh Sawahlunto

17

HORASNEWS.COM-  Menyikapi pasca penetapan Ombilin Coal Mining Heritage  of Sawahlunto sebagai warisan budaya dunia (heritage world) oleh  UNESCO, pemangku adat dan agama dikota ini menyambut baik serta menyatakan dukungannya.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat dan Alam Minangkabau (LKAAM) Sawahlunto, Adi Muaris Khatib Kayo menyatakan meski sudah berstatus warisan dunia  namun adat dan budaya ini harus semakin dijaga dan dilestarikan.

“ Adat dan agama yang ada dikota ini adalah kekayaan yang tak ternilai, tentu juga sebagai tameng kuat agar masyarakat tidak  terkontaminasi yang negatif terhadap budaya asing yang akan masuk melalui jalur pariwisata yang akan berkembang menyusuk penetapan world heritage ini” sebut Khatib Kayo usai pelepasan Jamaah Calon Haji kota ini, Jumat (12/7)

Dia mencontohkan kekuatan dan komitmen masyarakat adat di pulau Bali  yang tetap komit menjalankan adat dan tradisi mereka meski arus pariwisata sangat tinggi, bahkan kehidupan adat dan budaya bisa jadi objek destinasi tersendiri.

“ Kota Sawahlunto yang memiliki cirri khas yang beraneka ragam juga menjadi komitmen masyarakat untuk melestarikan bahkan bisa jadi  kekuatan agar dijaga dan dilestariakan” harap Adi.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sawahlunto, H. Darmuis juga mendukung dan kota ini . harus dimanfaatkan hal – hal kebaikan yang terbawa seiring ‘world heritage’ itu, namun tentu harus siap juga menyaring jika ada hal – hal yang tidak baik dan tidak sesuai norma agama dan adat yang berlaku di Sawahlunto.

“Status warisan dunia dari UNESCO ini kan menyangkut pelestarian sejarah dan budaya pertambangan batubara Ombilin maupun Sawahlunto secara umum. Dalam Islam, menjaga dan melestarikan sejarah juga dianjurkan” sebut Darmuis.

Sejarah itu, jelasnya mengandung ibroh (pelajaran) yang harus menjadi renungan kita. Sebab hari ini harus lebih baik dari hari kemaren, salah satu pengingat tentang hari kemaren ya dari sejarah itu.

“Wisatawan itu adalah tamu kita dan dalam agama kita sudah diajarkan bagaimana ramah tamah dan penghormatan menyambut tamu. Selagi masih dalam kewajaran dan mereka juga menghormati, menghargai kita maka tentu kita juga wajib memberikan penghormatan dan penghargaan” sebutnya.(T.Sim)

loading...