Sapi Sapi Mati Bergelimpangan di UPT Peternakan Sapi Pasaman Barat

16

HORASNEWS.COM-Ketua Komisi I DPRD Sumatera Barat, Saymsul Bahri, selasa siang (09/06/2020) mengunjungi Unit Pelaksana Teknis (UPT) peternakan sapi di Air Runding kabupaten Pasaman Barat. Alangkah terkejutnya, wakil rakyat itu menemukan sejumlah sapi mati bergelimpangan, seperti tak diurus.

Tidak hanya satu, Syamsul Bahri, yang melakukan inspeksi mendadak ke peternakan itu, menemukan sejumlah bangkai sapi yang bergelimpangan.

Hasil pemantauan Syamsul, sapi-sapi yang ada di peternakan yang dibiayai APBD ini kurus-kurus seperti tak diurus. Bahkan anak-anak sapi banyak yang terlihat sakit dan hampir mati.

Menurutnya, UPT ini dibuka sejak tahun 2013 dengan 400 ekor sapi untuk dikembang biak kan. Setelah tujuh tahun beroperasi hingga saat ini, jumlah sapi yang ada masih saja 400 ekor.

Ia mencurigai ketidak beresan pengelolaan UPT yang diharapkan menjadi sentra peternakan sapi unggul ini. Berdasarkan kalkulasinya, setidaknya selama tujuh tahun beroperasi, peternakan ini sudah memiliki 1400 ekor sapi, jika diasumsikan berkembang biak 200 ekor pertahun.

“Banyak kejanggalan kejanggalan di UPT Peternakan sapi ini. Diduga ada penggelapan sapi, karena sejak dibuka tahun 2013, sapi ini di drop kesini sebanyak 400 ekor, ternyata sampai 2020, sapi ini masih saja 400 ekor. Secara teknis, minimal 200 ekor pertahun, sapi beranak. Artinya sudah ada 1400 ekor sapi di peternakan ini,” kata Syamsul Bahri kepada Topikini, Selasa (09/06/2020).

Rencananya politisi PDI Perjuangan ini akan membawa temuannya ini dalam rapat kerja dengan pemrov Sumbar, untuk mendesak gubernur melakukan investigasi pengelolaan peternakan sapi ini.

“Tadi saya juga sempat mengecek, dari 10 ASN yang bertugas disini, hanya lima orang yang masuk, begitu juga kepala UPTnya, dalam sebulan hanya tiga hari masuk kerja,” tambahnya.

Selain banyaknya sapi yang terlantar, Syamsul Bahri juga menyoroti kinerja Aparatur Sipil Negara yang mengelola UPT peternakan sapi ini.

Dari 10 ASN dan 20 tenaga harian lepas, hanya separohnya yang masuk kantor. Begitu juga dengan kepala UPT yang hanya tiga hari masuk kerja dalam satu bulan.(art)