Ratusan Siswa SMA Negeri 5 Padang Ngadu ke DPRD Sumbar

144

HORASNEWS.COM-Sebanyak 300 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 5, Kota Padang, Sumatra Barat mengadu ke DPRD Sumbar. Mereka meminta  agar kepala sekolahnya diberhentikan. Ketua Komisi V DPRD Sumbar Hidayat mengatakan, Dinas Pendidikan telah membentuk tim mencari fakta dugaan penyelewengan dana sekolah di SMA N 5.

Komisi V DPRD Sumatra Barat menerima ratusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri  5 Kota Padang, di ruangan khusus/ jalan Khatib Sulaiman Padang, Selasa (12/3/2019) siang.

Para siswa ini mengadu ke anggota dewan berbagai persoalan di sekolah mereka. Salah satunya meminta anggota dewan memberhentikan kepala sekolahnya Yenni Putri.

Alasan siswa, mereka menduga tidak adanya transparansi dana komite. Masing-masing siswa kelas tiga dipungut Rp 1 juta rupiah per siswa per tahun. Siswa kelas dua dan satu dipungut Rp 500.000 per siswa per tahun.

Menurut Iqbal, Ketua Osis, pungutan uang komite sangat memberatkan orang tua mereka dalam kondisi ekonomi saat ini. Kemudian,     tidak adanya dukungan terhadap kegiatan-kegiatan prestasi siswa di sekolah.

Para siswa ini sudah dua hari tidak melaksanakan belajar mengajar di sekolah. Mereka mengancam tetap mogok jika kepala sekolah tidak diberhentikan dari sekolah.

Ketua komisi V Hidayat mengatakan, sejauh ini persoalan SMA N 5 sudah ditangani dinas pendidikan Provinsi Sumbar. Diknas sumbar telah membentuk tim pencari fakta dan akan turun rabu (13/3/2019).

Hasil tim pencari fakta itu, menurut  Hidayat, menjadi bahan rekomendasi komisi lima dan akan memanggil kepala Dinas Pendidikan Sumatra Barat untuk mengklarifikasi persoalan tersebut.

Anggota dewan meminta siswa dan para guru untuk tetap melaksanakan aktivitas belajar mengajar seperti biasa karena dalam minggu depan siswa melaksanakan ujian semester. (red)