Ratusan Nelayan Danau Singkarak Hadang Penertiban Bagan

152

HORASNEWS.COM-Ratusan nelayan di Danau Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatra Barat menghadang petugas penertiban alat tangkap ikan jenis bagan dan kerambah oleh Dinas Kelautan dan Perikanan, Sumbar. Bagan dan kerambah ini salah satu alat mata pencarian masyarakat di sekitaran Danau Singkarak.

Sejak pagi, ratusan nelayan di Danau Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat mengunggu tim eksekutor dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Senin (15/7/2019) pagi. Mereka berorasi dan menunggu.

Tim eksekutor yang terdiri dari DKP dan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumbar tiba dilokasi langsung disuruh mundur nelayan. Akhirnya, petugaspun mundur dan tidak bisa membongkar bagan yang ditengah danau.

Masyarakat dengan tim DKP melakukan pertemuan dan hasil pertemuan pembongkaran bagan ditunda. Bagan dan kerambah  ini salah satu mata pencarian warga sekitar sejak ratusan tahun lalu.

“Ini mata percarian kami sejak dulu, tolonglah pemerintah perhatikan kami,” ujar Hendri, kordinator aksi.

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Yosmeri ada ratusan alat tangkap bagan dan keramba apung yang tersebar di tepi Danau Singkarak.

“Razia dilakukan agar tidak ada lagi alat tangkap bagan dan kerambah yang berada di sana,” ujar Yosmeri.

Dikatakan Yosmeri, pelarangan penggunaan alat tangkap bagan dan kerambah sudah ada dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 81 tahun 2017.

“Sebagai upaya menjaga kelestarian bilih yang mulai punah karena menggunakan sistem bagan, kita melakukan razia. Ini juga langkah kita untuk meningkatkan populasi ikan asli Danau Singkarak yang kini mulai berkurang,” jelas Yosmeri.

Penertiban kapal bagan tersebut merupakan upaya menyelamatkan populasi ikan bilih yang ada di danau tersebut. Selama ini, kapal bagan dinilai telah melakukan cara penangkapan ikan yang dapat memusnahkan populasi ikan bilih.

“Selama ini kapal bagal yang menangkap ikan di sepanjang Danau Singkarak, turut berdampak kepada kepunahan ikan bilih. Sebab, alat yang digunakan menangkap ikan itu tidak ramah lingkungan. Kita perlu mengambil tindakan, supaya kapal bagan tidak diperbolehkan lagi beroperasi,” katanya. (red)