PM Singapura dan PM Kamboja Lakukan Kunjungan Kehormatan ke Presiden Jokowi

192

HORASNEWS.COM-Setelah berturut-turut menerima kunjungan Sultan Brunei Darussalam, Hassanah Bokiah, dan Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan PM Singapura, Lee Hsien Loong, yang datang beserta istrinya Ho Ching, di Istana Merdeka, Jakarta, sekitar pukul 09.40 WIB.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyambut langsung PM Singapura dan istrinya itu, lalu berjabat tangan dan berbincang ringan sesaat setelah keduanya turun dari mobil.

Selanjutnya, keduanya menuju ruang Kredensial, Istana Merdeka, Jakarta, untuk berfoto bersama. Usai mengisi buku tamu, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana, PM Singapura Lee Hsien Loong dan istrinya Ho Ching memasuki ruang Jepara,

Istana Merdeka. Usai pertemuan yang berlangsung kurang lebih 15 menit ini, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Iriana Joko Widodo mengantarkan PM Singapura dan istrinya hingga ke mobil.

Saat menerima kunjungan kehormatan PM Singapura itu, Presiden Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

PM Kamboja Berselang beberapa menit setelah melepas kepergian PM Singapura Lee Hsien Loong dan istrinya Ho Ching, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana, menerima kunjungan kehormatan PM)Kamboja Hun Sen, di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10), sekitar pukul 10.00 WIB.

Usai berjabat tangan, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana, mengantarkan PM Hun Sen untuk menandatangani buku tamu dan melanjutkan pertemuan di ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta.

Pertemuan kedua pemimpin negara sahabat tersebut berlangsung khidmat selama kurang lebih 10 menit. Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menerima Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, PM Australia Scott Morrison, dan PM Singapura Lee Hsien Long.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (EN/FID/JAY/RAH/ES)