Pertamina Sosialisasi Program Kemitraan di Pesisir Selatan

12

HORASNEWS.COM-Pamor kelapa sawit sebagai primadona, nampaknya tengah meredup. Kementerian Perdagangan mencatat penurunan ekspor kelapa sawit pada 2018 dibanding 2017. Tak pelak, tujuh dari sepuluh negara tujuan ekspor mengalami penurunan. India sebagai pasar ekspor terbesar, malah anjlok paling signifikan.

Perkebunan sawit mulai berkembang pesat sejak sepuluh tahun terakhir di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar. Antara lain berlokasi di Kecamatan Pancung Soal, Basa Ampek Balai dan Lunang Silaut.

Menurunnya komoditi ini, menyebabkan sebagian petani di Pesisir Selatan mulai melirik tanaman lain. Adalah serai wangi atau Citronella Oil, tanaman perkebunan yang tengah naik daun.

“Kami hadir untuk mendukung petani dan pelaku UMKM lainnya di Pesisir Selatan, melalui Program Kemitraan Pertamina,” ujar Roby Hervindo, Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I pada kegiatan sosialisasi Program Kemitraan (PK) di Hotel Hannah Syariah, Painan, Rabu (23/10).

Roby menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan Pemda Pesisir Selatan dan mitra Rumah Harum Atsiri, ingin mendorong pertumbuhan UMKM. Melalui PK Pertamina, yang memberi akses permodalan bagi UMKM.

“Kami menawarkan bantuan berupa pinjaman modal usaha sebesar maksimal 200 juta rupiah. Dengan waktu pengembalian hingga 36 bulan. Sejauh ini kami telah salurkan senilai 650 juta bagi petani di Pesisir Selatan,” ujar Roby.

Pinjaman modal dari Pertamina, dikenakan bunga administrasi sangat ringan, hanya tiga persen. Biaya administrasi ini, tidak menjadi pendapatan bagi Pertamina. Melainkan akan digunakan untuk pembimbingan dan pengembangan usaha mitra binaan Pertamina.

Asisten III Pesisir Selatan, Wendi, dalam sambutannya menyampaikan harapan atas Program Kemitraan Pertamina. “Pesisir Selatan punya potensi pertanian, perikanan dan pariwisata. Kami harap melalui Program Kemitraan Pertamina dapat mengoptimalkan potensi tersebut,” tutur Wendi.

Sementara itu Direktur Rumah Harum Atsiri, Topan, menjelaskan tentang kegiatan usahanya. “Rumah Harum Atsiri hadir tidak hanya berorientasi bisnis. Namun juga memberdayakan petani dengan sinergi bersama pemda dan BUMN seperti Pertamina,” kata Topan.

Serai wangi, ungkap Topan, punya potensi yang sangat baik. Permintaan pasar domestik masih belum terpenuhi. Yang lebih menarik, potensi ekspor sangat besar. Karena ada 84 negara yang membutuhkan produk olahan serai wangi, khususnya atsiri.

Roby berharap melalui kegiatan sosialisasi ini, dapat bekerja sama dengan pelaku UMKM di Pesisir Selatan. Sehingga Pertamina dapat meningkatkan sumbangsih dalam meningkatkan perekonomian Sumbar.(REL)