Pelantikan DPRD Solok Diwarnai Pengusiran Wartawan

130

HORASNEWS.COM-Pelantikan 35 anggota DPRD Kabupaten Solok, Sumatra Barat sempat dilakukan pelarangan liputan. Petugas sekretariat DPRD Kabupaten Solok melarang wartawan melakukan peliputan tanpa alasan yang jelas.

Pelantikan anggota DPRD Kabupaten Solok, Sumatra Barat, periode 2019-2024, berlangsung di gedung DPRD Solok, pukul 10.00 Wib, Selasa (13/8/2019).

Hadir Bupati Solok Gusmal, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pengadilan Negeri, tokoh-tokoh Organisasi Masyarakat dan pimpinan Partai Politik. Kemudian, Komisi Pemilihan Umum, Bawaslu dan masyarakat.

Saat wartawan hendak memasuki ruangan gedung DPRD, petugas sekratariat DPRD Kabupaten Solok melarang awak jurnalis masuk ke dalam. Awak media diminta meninggalkan ruangan.

Alasan mereka menyuruh wartawan keluar, karena prosedur, mereka tidak  memberikan penjelasan prosedur apa. Salah satu petugas yang mengusir adalah Yusrizal. Sehingga antara wartawan dengan Yusrizal sempat perang mulut.

Setelah berdebat alasan apa mereka melarang wartawan meliput pelantikan, Yusrizal akhirnya mempersilahkan masuk dan meliput kegiatan pelantikan DPRD Solok.

Selang beberapa menit kemudian, dia menyambari satu per satu wartawan dengan meminta maaf, sambil menjabat tangan wartawan.

“Gak apa –apa, hanya masalah kecil seperti ini. Udah kita maafkan kok,” ujar B Harahap, salah seorang wartawan nasional.

Pengalaman pelantikan anggota DPRD Kabupaten Solok periode 2014-2019, para awak media melakukan peliputan di atas atau lantai dua, karena ruangan lantai satu sangat sempit. Sehingga awak media memakluminya mengambil gambar di atas.

Hardinalis, Ketau DPRD Solok periode 2014-2019, sebelum melantik anggota DPRD Solok periode 2019-2024 mengatakan, sidang peripurna pengambilan sumpah wakil rakyat dilakukan secara terbuka.(red)