Nasabah PT Asuransi Bumiputera Kecewa, Kerena Ini

169

HORASNEWS.COM-PT  Asuransi Bumiputera  mempersulit pencairan dana nasabah.  Nasabah yang sudah habis masa kontraknya maupun yang hendak menjual polis asuransinya, harus menunggu berbulan-bulan,  tanpa  ada kejelasan kapan waktu pembayaran klaim asuransi mereka.

Padahal, hampir setiap hari,  masyarakat yang menjadi nasabah Asuransi PT  Bumi Putera berdatangan  ke kantor cabang. Salah satu seperti yang terlihat di kantor yang beralamat di Jalan Belakang Olo, Padang.  Kebanyakan yang   datang hendak  mengajukan penjualan polis  asuransi mereka.  Sebab, diperoleh informasi  bahwa perusahaan yang berdiri sejak tahun 1912 tersebut mengalami pailit, dan kesulitan keuangan.

Namun pegawai asuransi tersebut selalu berusaha menghalang-halangi nasabahnya yang hendak menjual polis asuransi mereka. Selalu ada saja alasan yang diutarakan pegawainya agar nasabah membatalkan menjual  polis asuransinya.  Kalaupun ada yang diproses, namun harus menunggu berbulan-bulan, tanpa ada kejelasan kapan klaim polis asuransi akan dicairkan.

Seperti yang dialami Liza Gustia, nasabah Asuransi Bumi Putera, yang  ingin mengajukan penjualan polis asuransinya karena butuh dana untuk biaya pendidikan anaknya. Sudah sejak bulan Januari  2019 lalu, ibu dua anak ini mengajukan penjualan polis  asuransinya.  Namun sampai sekarang belum ada jawaban dari kantor pusat di Jakarta.

“Sudah berulang kali kami tanyakan melalui kantor cabang di Padang, dan kantor Kanwil Sumatera Barat, namun jawabannya selalu sama, belum ada pencairan dari jakarta. Entah sampai kapan kami harus menunggu sesuatu yang menjadi hak kami,” kata Liza Gustia, pemilik nomor polis 2004482537.

Menurut staf  klaim kantor wilayah PT  Bumiputera, Hendri, keterlambatan  bukan di daerah, namun di Jakarta.  Semua prosedur sudah dilakukan  oleh pegawai di daerah, agar klaim cepat cair.  “Semua keputusan ada di kantor pusat Jakarta. kami hanya berusaha membantu dari daerah,” kata Hendri.

Rencananya, sejumlah nasabah yang belum menerima klaim asuransi dan penjualan polis  asuransinya, akan mengadukan permasalahan tersebut kepada  kantor Ombusman RI  Perwakilan Sumatera Barat, untuk diproses lebih lanjut.

Menurut seorang staf kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Padang yang enggan disebutkan namanya, PT  Bumi Putera memang sempat masuk dalam pengawasan OJK  ketika dililit kesulitan  likuiditas, namun sudah  kembali normal, setelah adanya suntikan dana dari sebuah perusahaan lain. (dio)