Lebih 15.600 Alat Peraga Kampanye Caleg Disikat Bawaslu

84
Inilah APK Caleg Dipasang di Kawasan Pasar Usang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar

HORASNEWS.COM-Alat Peraga Kampanye (APK) Calon Legislatif (Celeg) di Sumatra Barat dipasang ditempat terlarang. Menurut Ketua Bawaslu Sumbar Surya Efitrimen, lebih 15.600 APK Caleg ditertibkan dan saat ini masih berlangsung di kabupaten dan kota di Sumbar.

Salah satu titik Alat Peraga Kampanye (APK) Calon Legislatif (Caleg) dipasang di lokasi terlarang terjadi di Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat.

Para caleg DPR-RI, DPRD Kabupaten Padang Pariaman dan DPRD Provinsi Sumbar memasang APK berupa spanduk dan poster di pohon pelindung di kawasan pasar ini.

Ada beberapa caleg memasang APK di dalam satu pohon, sehingga batang kayu pelindung ini ramai dan ditutupi APK caleg. Pemandangan ini sudah berlangsung beberapa minggu terakhir.

Selain Kabupaten Padang Pariaman, juga terjadi di sudut-sudut Kota Padang. Seperti di sepanjang jalan Kuranji-Belimbing, Kecamatan Kuranji, APK caleg ditancap di batang kayu sebagai pohon pelindung.

Selain menggunakan paku, ada juga caleg memasang dengan menggunakan kayu. Beberapa caleg terlihat juga memasang APK di tonggal listrik dan telekomunikasi.

Pemasangan APK di pohon dan daerah terlarang ini hampir menyeluruh di 19 kabupaten dan kota di Sumbar.

Menurut Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatra Barat, Surya Efitrimen, saat ini Bawaslu kabupaten dan kota masih melakukan pembersihan di daerahnya.

“Kita telah menertibkan lebih 15.600 APK caleg di kabupaten dan kota di Sumbar dan saat ini masih berjalan. Berkemungkinan pelanggaran pemasangan APK ini bisa jadi bertambah,” ujarnya Surya kepada Horasnews.com, di Padang, Rabu (16/01/2019) siang.

Menurut dia, tempat-tempat dilarangnya pemasangan APB sesuai dengan Undang-undang Nomor 07 tahun 2017 tentang Pemilu, diantara lokasi tidak diperbolehnya seperti rumah ibadah, pasilitas umum, pasilitas pemerintah dan termasuk di pohon pelindung.

“Kita berharap peserta pemilu untuk memetuhi undang-undang dalam pemasangan alat peraga kampanye,” ujarnya. (red)