KPU Sumbar Anggarkan Rp 1,9 M Dana Kecelakaan Penyelenggara Pemilukada 2020

20
Anggota KPU Sumbar Gebril Daulai

HORASNEWS.COM-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatra Barat menganggarkan Rp 1,9 miliar diperuntukkan bagi kecelakaan penyelenggara Pemilu ad hoc,’ di pilkada tahun 2020.  Menurut anggota KPU Sumbar Gebril Daulai,  kpu juga menaikkan honor petugas pemilu di daerah.

Penegasan itu disampaikan anggota KPU Sumbar,  Gebril Daulai, setelah memberikan sosialisasi pencalonan perseorangan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Sumatra Barat tahun 2020, di Kota Padang, Sumbar, Senin (30/12/2019).

Hadir pengurus partai politik,  organisasi kepemudaan,  wartawan, tim perseorangan, organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat .

Menurut Gebril, dana kecelakaan penyelenggara Pemilukada 2020 dianggarkan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD_Provinsi Sumatra Barat.

Besaran santunan kecelakaan kerja penyelenggara Pemilu Pilkada 2020 bervariasi. Masing-masing,  meninggal dunia Rp 36.000.000,  cacat permanen Rp 30.800.000, luka berat Rp 16.500.000 dan luka sedang Rp 8.250.000.

“Penganggaran ini sudah dikonsultasikan dan disetujui kementerian keuangan Republik Indonesia. Jika dana ini tidak terpakai akan dikembalikan,” ujarnya.

Di pemilu bulan April 2019 lalu, di Sumbar ada lima orang penyelenggara pemilu mengalami kecelakaan. Semuanya sudah diberikan santunan KPU Sumbar.

Selain menggangarkan dana kecelakaan, KPU Sumbar juga menaikkan penyelenggara ad hoc.  Masing-masing, PPK, PPS dan KPPS.

Di Sumbar ada 13 kabupaten dan kota menggelar pemilihan umum kepala daerah 23 September 2020. Kemudian, juga pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumbar. (red)