KPK Masih Matangkan BAP Bupati Solok Selatan

29

HORASNEWS.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memantangkan kasus dugaan korupsi Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria. Menurut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, proses terhadap Bupati Solok Selatan masih berlanjut.

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang, usai memberikan materi di depan Kepala-kepala daerah, OPD, Kejaksaan dan Kepolisian, di aula Kantor Gubernur Sumatra Barat, di Kota Padang, Kamis (18/7/2019) pagi.

Hadir 18 dari 19 Wali Kota dan Wakil Wali Kota se-Sumatra Barat. Diantaranya, Bupati Pasaman Yusuf Lubis, Bupati Dharmasraya Sutan Riska, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi dan Bupati Solok Gusmal. Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria tidak hadir dalam acara ini.

“Kasus dugaan korupsi Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria masih berlanjut dan masih persiapan pemberkasan. Sejauh ini kontrolnya masih jalan,” ujar Saut.

Tanggal 09 Juli 2019, KPK menggeledah beberapa ruangan di Kantor Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat. Diantaranya, ruangan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ)  di lantai satu sekretariat Kabupaten Solok Selatan. Selain itu, ruangan ruangan kerja Bupati Solok Selatan Muzni Zakari  dan ruangan unit layanan pengadaan juga digeledah.

Selain menggeledah kantor bupati, tim  penyidik KPK berjumlah 15 orang yang dibantu pengamanan 20 orang anggota kepolisian Resort Solok Selatan itu, juga menggeledah beberapa ruangan di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR Solsel.

Dari beberapa ruangan yang digeledah itu, tim penyidik membawa beberapa koper dan kardus diduga berisi deokumen penting. Tidak satupun mereka memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi. Mereka keluar dari kedua kanor itu pukul 12.30 Wib.

Kasus Bupati Solok Selatan,  dugaan korupsi pembangunan masjid agung dan jembatan . Sebelumnya, KPK telah menetapkan bupati Solok Selatan Muzni Zakaria dan pemilik grup dempo  M Yamin Kahar sebagai tersangka.

Penetapan keduanya terkait pengadaan barang dan jasa pada dinas pekerjaan umum dan tata ruang pertanahan Solok Selatan pada 2018 lalu.

Muzni Zakari diduga menerima suap  Rp 460 juta untuk proyek pembangunan jembatan di Solok Selatan dan dugaan aliran suap Rp 315 juta terkait proyek masjid agung .

Muzni Zakari, sudah empat kali diperiksa KPK dalam kasus ini. Sebelumnya, rumah pribadi Muzni Zakari di Kecatan Padang Utara, Kota Padang, juga pernah digeledah KPK tanggal 25 April 2019. (red)