KPK Geledah Kantor Bupati Solok Selatan

35

HORASNEWS.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah beberapa ruangan di kantor Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat. Selain kantor bupati, KPK juga menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Tim penyidik  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba di kantor Bupati Solok Selatan, Sumatra Barat, pukul 09.00 Waktu Indonesia Barat (Wib), Selasa (9/7/2019).

Mereka langsung masuk ke ruangan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ)  di lantai satu sekretariat Kabupaten Solok Selatan. Selain itu, ruangan ruangan kerja Bupati Solok Selatan Muzni Zakari  dan ruangan unit layanan pengadaan juga digeledah.

Selain menggeledah kantor bupati, tim  penyidik KPK berjumlah 15 orang yang dibantu pengamanan 20 orang anggota kepolisian Resort Solok Selatan itu, juga menggeledah beberapa ruangan di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR Solsel.

Dari beberapa ruangan yang digeledah itu, tim penyidik membawa beberapa koper dan kardus diduga berisi deokumen penting. Tidak satupun mereka memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi. Mereka keluar dari kedua kanor itu pukul 12.30 Wib.

Kasus Bupati Solok Selatan,  dugaan korupsi pembangunan masjid agung dan jembatan . Sebelumnya, KPK telah menetapkan bupati Solok Selatan Muzni Zakaria dan pemilik grup dempo  M Yamin Kahar sebagai tersangka.

Penetapan keduanya terkait pengadaan barang dan jasa pada dinas pekerjaan umum dan tata ruang pertanahan Solok Selatan pada 2018 lalu.

Muzni Zakari diduga menerima suap  Rp 460 juta untuk proyek pembangunan jembatan di Solok Selatan dan dugaan aliran suap Rp 315 juta terkait proyek masjid agung .

Muzni Zakari, sudah empat kali diperiksa KPK dalam kasus ini. Sebelumnya, rumah pribadi Muzni Zakari di Kecatan Padang Utara, Kota Padang, juga pernah digeledah KPK tanggal 25 April 2019. (red)