Kemlu Berkomitmen Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

13

HORASNEWS.COM-Pimpinan dan seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Hasil penilaian Ombudsman menjadi pemicu bagi kami untuk lebih meningkatkan kualitas layanan, bukan semata-mata untuk mengejar nilai, namun juga karena komitmen seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri untuk memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, demikian antara lain disampaikan oleh Dirjen Protokol dan Konsuler, Duta Besar Andri Hadi, pada saat membuka kegiatan Sosialisasi mengenai Evaluasi dan Penilaian Pelayanan Publik (23/1).

Bertindak sebagai Narasumber dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Kantin Diplomasi tersebut, Anggota Ombudsman RI, Prof Adrianus Meliala, Ph.D. Sedangkan peserta yang hadir antara lain Direktur Fasilitas Diplomatik/Plt.Direktur Konsuler, Direktur Protokol dan Eselon III, IV serta staf yang menangani pelayanan publik pada Direktorat Jenderal Protkons.

Prof.Adrianus Meliala, Ph.D dalam paparannya menyampaikan bahwa Ombudsman melakukan pengawasan terhadap pelayanan publik yang dilakukan oleh seluruh Kementerian, Lembaga, BUMN/D serta Pemerintah Daerah, maupun pihak-pihak lain yang bekerja selaku vendor inventaris negara atau kontraktor proyek negara. Pengawasan dilakukan melalui laporan/pengaduan (bersifat pasif) dan pencegahan (aktif) melalui survey, kajian dan pelibatan masyarakat. Sesuai RPJMN, penilaian kepatuhan penyelenggara pelayanan publik akan dilakukan sepanjang tahun 2015 s/d 2019.

Dalam melakukan survey, pengambilan data dilakukan melalui observasi secara serentak dan mendadak.. Merujuk pada UU No.25 tahun 2009, terdapat 10 variabel yang dinilai, yaitu standar pelayanan; maklumat layanan; sistem informasi pelayanan publik; sarana, prasarana fasilitas; pelayanan khusus; pengelolaan pengaduan; penilaian kinerja; visi, misi dan moto pelayanan; atribut; dan pelayanan terpadu. Berdasarkan hasil survey ditetapkan zonasi tingkat kepatuhan yaitu rendah (merah), sedang (kuning), dan tinggi (hijau).

Untuk tahun 2018, terdapat 8 produk layanan Ditjen Protkons yang dinilai, 3 diantaranya memperoleh nilai tinggi (zona hijau), sedangkan 5 produk layanan lainnya memperoleh nilai sedang (zona kuning). Secara rata-rata, terdapat peningkatan nilai Kementerian Luar Negeri dari 79.33 (2017) menjadi 84.75 (2018). Dengan adanya sosialisasi tersebut diharapkan diperoleh pemahaman yang lebih baik dari seluruh unsur pada Ditjen Protkons sehingga kualitas pelayanan publik Kementerian Luar Negeri dapat semakin meningkat.​ (Sumber: Dit. Konsuler/ Kemlu)