Kementerian Pertanian RI Akui Dua Varietas Ubi Kayu Lokal Sawahlunto

45

HORASNEWS.COM-Dua varietas ubi kayu lokal di Sawahlunto, yakni ubi merah Kubang dan ubi putih Kubang diakui dan telah resmi terdaftar di  Kementrian Pertanian melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan  Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian RI, karena mampu menghasilkan produksi unggul dan tak kalah daya saing dengan varietas ubi lainnya di Indonesia.

Penyerahan dokumen tanda pendaftaran kedua varietas ubi kayu ini  diserahkan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat, Dr. Jekvy Hendra kepada Walikota Deri Asta yang didampingi Wakil Walikota Zohirin Sayuti di Balaikota Sawahlunto, Rabu (17/7)

Kepala BPTP Sumbar, Dr. Jekvy Hendra menyebutkan bahwa varietas ubi merah Kubang dan ubi putih Kubang itu terbukti menghasilkan produksi  lebih tinggi daripada varietas ubi roti Sungai Tarab dan ubi Jambi Sungai Tarab.

” Kita mencatat, produksi ubi merah Kubang ini mencapai 7,533 kilogra/ rumpun. Disusul ubi putih Kubang itu produksinya 5,516 kg per  rumpun. Sementara untuk ubi roti Sungai Tarab, cuma menyentuh produksi  5,005 kg per rumpun. Juga ada ubi Jambi Sungai Tarab, produksinya 5,526 kg/rumpun,” urai Dr. Jekvy.

Dalam uji laboratorium, sebutnya terhadap ubi merah Kubang dan ubi  putih Kubang itu dilakukan di Laboratorium Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Dari uji labor, diketahui kadar pati untuk ubi merah Kubang adalah 37,2232 persen, dan ubi putih  Kubang 26,2554 persen.

“ Untuk uji observasi dilakukan di lahan pertanian masyarakat di kawasan Puncak Polan, Dalimo Gadang Desa Pasar Kubang dan Polak Data Desa Kubang Tangah. Semuanya berlokasi di Kecamatan Lembah Segar” jelasnya

Walikota Deri Asta menyampaikan bahwa kabar bahwa ubi kayu Kubang akan diproses untuk menjadi varietas resmi nasional dan akan dilepas oleh  tim ahli di Kementerian Pertanian sangat membanggakan, sekaligus membuktikan bahwa kualitas pertanian yang teruji dan bisa bersaing di kancah nasional.

“Manfaat dan efek pertumbuhan ekonomi dari legalitas varietas ini. Dengan menjadi varietas resmi, kita yakin bahwa ubi kayu Kubang ini tidak lagi hanya dikonsumsi pasar lokal, namun mampu berbicara pula di pasar Sumatera Barat dan Indonesia,” harap Wako. (T.Sim)