Jembatan Kayu Tanam Resmi Dimanfaatkan Pemudik

81

HORASNEWS.COM-Jembatan Batang Kalu, di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, hari ini (30/05/2019) resmi difungsikan setelah dihantam banjir bandang, 10 Desember 2018 lalu. Dimanfatkannya jembatan ini untuk memuluskan para pemudik yang melintas di jalur lintas sumatra menghubung Kota Padang, Sumatra Barat dengan Kota Pekanbaru, Riau dan Kota Medan, Sumatra Utara.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang, Sumatera Barat, Aidil Fiqri, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatril Bur dan Kapolres Padang Pariaman AKBP Rizki membuka secara resmi pemanfaatan jembatan lintas Sumatra ini, pukul 10.00 Wib, Kamis (30/5/2019).

Jembatan yang berada di kilometer 54 menghubung Kota Padang dan Kota Bukittinggi ini sudah bisa dilalui kendaraan dua lajur. Jembatan ini bisa diselesaikan dua setengah bulan.

Panjang jembatan parmanen 30 meter dan lebar 7 meter ini dikerjakan dengan system penunjukkan langsung karena bencana alam.

Menurut Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang, Sumatera Barat, Aidil Fiqri setelah difungsikan seratus persen, jembatan itu kembali normal seperti sediakala, tidak ada batasan tonase bagi kendaraan yang lewat

Menurutnya, selain jembatan utama, pihaknya tetap membiarkan jembatan darurat untuk membantu kelancaran saat arus mudik. “Jembatan darurat di kiri dan kanannya tidak langsung dibongkar sehingga masih bisa digunakan jika dibutuhkan,” ujarnya.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit sangat berterima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) karena bisa menuntaskan pengerjaan dua setengah bulan. “Kita harapkan tidak ada lagi kemacetan di jalur Sumatra saat mudik dan balik lebaran tahun ini,” ujar Nasrul Abit.

Jembatan Kalu di kilometer 54, Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman ini, roboh setelah dihantam banjir bandang, pada 10 Desember 2018. Banjir ini  karena luapan air sungai cukup tinggi.

Jembatan itu merupakan akses utama jalur lintas Sumatera menghubung Kota Padang, Sumbar dengan Kota Pekanbaru, Riau dan Kota Medan, Sumatra Utara. (red)