Jelang Puasa, Tradisi Marpangir di Tapanuli

97

HORASNEWS.COM-Tradisi marpangir (balimau di Sumbar) membersihkan diri menjelang bulan puasa masih terjadi di Sumatra Utara. Tradisi ratusan tahun ini menjadi budaya tersendiri bagi masyarakat Sumut, khususnya Tapanuli.

Marpangir (membersihkan diri) biasanya dilaksanakan di aliran sungai setiap menjelang bulan puasa. Mandi dengan ramu-ramuan pewangi yang diracit secara tradisional. Misalnya, jeruk kesturi, pandan dan bunga-bunga yang harum.

Ramuan itu terlebih dahulu di jemur hingga mEngering. Setelah dijemur baru direbus dengan air. Pangir inilah dibawa ke aliran sungai sebagai pembersih badan. “Sejak ratusan tahun sudah dilaksanakan marpangir menjelang puasa,” ujar Bisman Harahap tokoh adat di Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumut, Minggu (5/5/2019).

Saya berharap, Tradisi Marpangir masih tetap dilestarikan secara turun temurun demi untuk melestarikan tradisi ini. Masyarakat yang ramai-ramai datang ke sungai atau tempat pemandian untuk marpangir adalah untuk melakukan pembersihan diri dengan ramuan yang terdiri dari daun pandan, bunga kenanga, akar wangi dan ampas kelapa dan jeruk limau atau jeruk purut.

Ada juga yang komposisi ramuannya perpaduan dari beberapa potong jeruk purut/jeruk limau. Ditambah mayang pohon pinang, beberapa helai daun pandan, daun nilam, akar pohon usar dan lainnya. Tergantung selera masing-masing yang penting tujuannya untuk membersihkan diri menyambut bulan suci Ramadhan.

Banyak kalangan yang mengatakan kalau tradisi marpangir sah-sah saja dilakukan asal tidak jadi sarana penyembahan berhala atau mengikuti pola yang salah. Yang paling penting adalah niatnya untuk membersihkan badan menyambut bulan suci Ramdhan. (Red)