Jelang Pilpres, Hoaks Meningkat dan Saling Serang

13

HORASNEWS.COM-Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Kepolisian Republik Indonesia menuntaskan dan memerangi berita bohong atau hoaks. Menurut Menteri Kominfo Rudiantara, menjelang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden ini sebaran hoaks semakin tinggi.

Hal itu diungkapkan Menteri Kominfo Rudiantara, setelah memberikan materi di kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatra Barat, Kamis (11/4/2019).

Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan, Kementerian telah membuat analisis perilaku pelaku (profiling) pembuat hoaks yang dilakukan oleh timnya.

“Rekam jejak akan selalu ada dan kami bisa temukan ujungnya di mana, sehingga tinggal bagaimana polisi melakukan tindakan di dunia nyata,” ujarnya.

Jumlah hoaks di Indonesia meningkat 18 kali lipat dari Agustus 2018 hingga Maret 2019. Tercatat, Maret lalu jumlah hoaks mencapai 453 isu, Februari 353 isu, Januari 175, dan Desember 75.

Menurutnya, presentase hoaks politik merupakan yang tertinggi. Hanya, bulan ini ia belum mendapat informasi lebih lanjut. Namun, ia yakin bahwa jumlah hoaks akan meningkat.

Berita bohong sektor politik itu paling banyak diseputaran pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. “Ya saling serang antara satu kubu dengan kubu sebelah,” ujarnya.

Dia tidak mau menyebut kubu mana yang paling banyak diserang oleh hoaks.

Beberapa minggu lalu, pihaknya mendeteksi munculnya hoaks tentang server KPU di Singapura yang sudah diatur untuk memenangkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebesar 57%. (red)