Inilah TPS Bagi Disabilitas Kota Padang

11

HORASNEWS.COM-Puluhan penyandang disabilitas di Kota Padang, Sumatra Barat sangat  antusias menyalurkan suaranya untuk pemilihan calon presiden, wakil presiden dan legislatif. Warga disabilitas ini mengalami kesulitan untuk mencoblos para caleg karena tidak ada sosialisasi sebelum mencoblos.

Puluhan warga disabilitas dari panti asuhan Bina Grahita Harapan Ibu dan Penyandang Cacat, di Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatra Barat mencoblos, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 19, Kelurahan Kalumbuk, Rabu (17/4/2019) pagi.

Dari 268 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 19 ini, lebih dua puluh warga disabilitas melakukan pencoblosan. Mereka ini penghuni panti asuhan Bina Grahita Harapan Ibu di bawah asuhan Departemen Sosial.

Mereka terpaksa menggunakan hak pilihnya sambil dibimbing petugas yang ditunjuk panitia  pemungutan suara (PPS). Pembimbing ini juga pengasuh dari panti. Setelah mereka mencoblos, untuk memasukkan surat suarapun juga dibantu ke kotak suara.

Rata-rata mereka menghabiskan waktu di tempat pemungutan suara, saat mencoblos mencapai lima menit. Mereka sedikit lebih lama menunggu panggilan untuk mencoblos dari KPPS. Sehingga mereka menghabiskan waktu hampir 30 menit di TPS.

Para penyandang disabilitas ini mengalami terlambat mencoblos, karena kebanyak tidak mengetahui profil caleg yang akan di coblos. Pihak pembimbing terpaksa membacakan nama-nama caleg yang akan dicoblos. Sedangkan untuk presiden mereka sangat cepat.

“Saya merasa lega karena bisa mencoblos, meski ada caleg gak saya kenal,” ujar Boy Hakiki, warga disabilitas.

Menurut Sumarni, pembimbing disabilitas mengkaui pada umumnya mereka yang mencoblos calon legislatif, DPD, DPRD Provinsi, DPR-RI, DPRD kabupaten dan kota terpaksa dibacakan. <ereka rata-rata tidak mengetahui caleg yang akan dicoblos.(red)

loading...