Inilah Korban Diduga Penjualan Tiket Bodong di Rantauprapat

484
Terlihat Penasehat Hukum Nitari Travel (Mahra/Horas News).

HORASNEWS.COM-Korban penjualan tiket diduga bodong oleh N T dan Travel di jalan Sirandorung Rantauprapat, Labuhanbatu, Sumatra Utara diperkirakan akan terus bertambah. Puluhan calon penumpang telah memesan tiket perjalanan hingga tahun 2020 mendatang.

“Kalau kabar yang kami terima, banyak yang sudah memesan tiketnya untuk berangkat nanti setelah lebaran,” kata Kesuma (48), warga sekitar kantor pemesanan, Kamis (13/6/2019).

Jika kasus yang sempat membuat heboh perkampungan mereka beberapa waktu lalu itu tidak cepat selesai penanganannya, maka kerugian warga akan semakin banyak dan korban terus bertambah.

Apalagi sambung Kesuma, kantor N T  hingga hari ini masih terlihat disegel dengan menggunakan tali police line yang dipasang personil Polres Labuhanbatu.

Penasihat hukum tersangka (pemilik travel) Samsuten Ritonga didampingi Jalil Madani, Sutanto, Ghufron Harahap, Masmulyadi dan Dayu Putra mengakui bahwa N T menerima masalah sekaitan tertundanya keberangkatan sejumlah konsumen.

Bahkan pengakuan istri klien kepada penasihat hukum, sejumlah calon penumpang telah menemui istri tersangka sekaitan jaminan keberangkatan dalam beberapa hari dan bulan ke depan.

“Kemarin ada beberapa orang yang sudah menemui istri klien kami dan bertanya tentang nasibnya. Jadi memang, sepanjang kegiatan administrasi di kantor Nitari berfungsi, kami yakin mereka akan tetap berangkat,” sebut Samsuten.

Penasihat hukum tersangka juga mengkhawatirkan puluhan penumpang yang akan diberangkatkan mendatang akan bernasib serupa dengan penumpang yang tertunda kemarin.

“Kami juga berharap aktivitas kantor N T berfungsi seperti biasanya. Masalah yang timbulpun hanya belakangan, ratusan orang sudah diberangkatkan sebelumnya tanpa ada kendala,” sambung Jalil.

Mereka selaku penasihat hukum yakin bahwa pihak kepolisian sangat jeli dalam menangani kasus tersebut, khususnya dalam menetapkan tersangka kepada siapa saja yang terlibat dalam hal penjualan tiket itu.

“Kami yakin pihak kepolisian sangat hati-hati dalam menangani kasus ini, apalagi masih banyak calon penumpang yang akan diberangkatkan nantinya,” tambah Samsuten dan Jalil.

Salah seorang calon penumpang Nurhaidah Siregar warga Rantauprapat dihubungi mengakui dia dan keluarganya sudah memesan tiket untuk berwisata ke Bali pada Agustus 2019 mendatang.

Selain dia, diketahui juga terdapat pesanan 7 penumpang tujuan Denpasar Bali pada September 2019 mendatang. Jika gagal berangkat, korban akan bertambah dan kerugian terus membesar.

Diapun berharap tiket yang telah dipesannya tersebut tidak ada kendala. “Kalau bisa berangkatlah, apalagi ada promo, sayangkan kalau gagal, kamipun sudah siap-siap,” ujarnya dari sambungan telepon. (Mhr).

loading...