Inilah Bakal Calon Bupati Labusel

1269

HORASNEWS.COM-Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatra Utara, bermunculan nana-nama di tengah masyarakat. Siapakah yang menjadi Bakal Calon  (Balon) kepala daerah menggantikan Wildan Aswan Tanjung ?.

Pukul 21.05 Wib, tanggal 04 Juni 2019, di kadai Ceklan di Tanjung Baringin, Desa Huta Godang, Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumut terkuak nama-nama yang akan menggantikan Bupati Labusel Wildan Aswan Tanjung. Wildan sudah dua periode menjabat di Labusel.

Dalam diskusi terbuka dan lepas itu, ada Akeng Prapat, Bonar Harahap, Ruslan Tambak, Iskandar Prapat, Edi Prapat dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Diskusi ini menggambarkan kemungkinan-kemungkinan Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Labusel, periode 2020-2024.

Pemetaan ini sekaitan dengan pasca Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu dan melihat kekuatan perolehan kursi di DPRD Labusel, dari berbagai partai politik. Kekuatan partai politik sangat menentukan dan menjadi bendera bagi sang Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati.

Dikalangan masyarakat Labusel, ada sejumlah nama yang digadang-gadang (disebut) warga. Diantaranya, Nurdin Siregar (Mantan Kadis PUPR Labusel), Edimin (Asiong), Hj. Nurhasna (Istri Bupati) dan Rivai Nasution (Birokrat di Pemkot Medan).

Menyusul, Abdul Rajab Pasaribu, Sabit Habib Dasopang, Ari Wibowo (Politisi),  Aripay Tambunan,  Sangkot, Kholil Jupri Harahap (Wabub), Sahril Pane dan Muhammad Gandi Faisal Siregar.

Ada juga nama-nama yang disebut, seperti Amran Uteh dan Zainal (Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI-Perjuangan Labusel). Kemudian, Arwi Winata (Politisi) dan Basaruddin Siregar (Pengusaha).

Arwi Winata, jauh-jauh hari menyatakan tidak akan masuk dalam bursa calon kepala daerah mendatang. Dia ingin memfokuskan diri membesarkan partai dan menjadi politisi ulung.

Kekalahannya dalam pertarungan Pilkada tahun 2015 melawan pasangan Wildan Aswan Tanjung dengan Drs Kholil Jufri, menjadi pengalaman berharga baginya.

Namanya politik, kemungkinan-kemungkinan nama-nama tersebut bisa berpasang-pasangan dan bisa berlawanan di pertarungan Pilkada Labusel.  Namun, sejauh ini nama-nama tersebut masih bidik-bidik pasangan dan partai politik sebagai perahu.

Saat ini, KPU RI mempersiapkan pemilihan umum kepala daerah atau Pilkada yang diadakan di 200-an daerah secara serentak pada 2020.

“Kami merencanakan membuat PKPU bulan Juni ini. PKPU tahapan itu bisa digunakan oleh para pihak untuk bersiap,” kata Arief di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019).

Arief menilai, PKPU atau peraturan Komisi Pemilihan Umum ini sangat penting dirampungkan sedini mungkin. Sebab, hal-hal berkait anggaran, alur Pemilu, dan penetapan calon, semua tertuang di dalamnya.

“Jadi September 2019 kita launching 1 tahun menjelang Pilkada 2020, karena Pilkada diselenggarakan September 2020,” jelas Arief. (red)