Ini Penyebab Banjir di Solok Selatan

20
Kepala Balai Wilayah Sungai V, PUPR Maryadi Utama (foto: Horasnews.com)

HORASNEWS.COM-Banjir yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat diduga penyempitan aliran sungai. Balai Wilayah Sungai V, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menurunkan tim mengkaji normalisasi aliran sungai di Solok Selatan.

Banjir berkepanjangan dan berulang-ulang, di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat diduga disebabkan penyempitan sejumlah aliran sungai. Misalnya, sungai Suliti di Koto Parik Gadang Diateh dan Batang Bangko,  di Kecamatan Sungai Pagu.

Jika hujan turun di daerah ini,  kedua aliran sungai ini meluap ke permukiman warga karena adanya penyempitan di muara tempat pertemuan kedua sungai,  sehingga meluap ke pemukiman warga.

“Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menurunkan tim untuk mengkaji lebih dalam planing pengendalian banjir di Solok Selatan,” ujar Kepala Balai Wilayah Sungai V, PUPR Maryadi Utama di ruang kerjanya, Kamis (19/12/2019).

Pihaknya segera memperlebar muara sungai Suliti dan Batang Bangko di Kecamatan Pauh Dua. Pelebaran ini bisa meminimalisir banjir di Solok Selatan.

Selain itu, kata Maryadi, melakukan normalisasi secara bertahap di kedua aliran sungai. Normalisasi dan pelebaran muara kedua sungai ini memakan biaya ratusan miliar rupiah.

Pihaknya telah mengajukan anggaran ke pusat untuk normalisasi sejumlah sungai di Solok Selatan.

Seminggu lalu, empat kecamatan di Solok Selatan dihantam banjir ke tiga kalinya kurun waktu sebulan terakhir. Banjir ini merendam  ribuan rumah warga dan merusak dua jembatan dan sembilan rumah warga. (red)