Ini Kata Menlu Soal Pengeboman di Filipina

504
Menlu Retno

HORASNEWS.COM-Menteri Luar Negeri Retno Marsudji masih terus berkomunikasi dengan pemerintahan Filipina soal dugaan dua WNI pemboman di gereja Katolik di Pulau Jolo, Filipina Selatan. Pihaknya telah ditelepon Menteri Dalam Negeri Filipina mengatakan saat masih dalam identifikasi diduga dua WNI tersebut. Dia belum bisa memastikan keduanya adalah WNI.

Penegasan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno sebelum memberikan materi,  di kampus Universitas Andalas Padang, Sumatra Barat, Sabtu (2/2/2019) pagi.

Menurut Menlu, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah Filipina untuk memastikan apakah benar dua orang masih sekeluarga yang melakukan pemboman di gereja Katolik Pulau Jolo, Filipina Selatan adalah WNI.

“Kita masih kordinasi identifikasi,” ujarnya.

Acara di Unand ini sempat tertunda beberapa menit karena Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano tengah menelepon Menteri Luar Negeri Retno. Retnopun menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih koordinasi dengan pemerintah Filipina mengenai kepastian dua diduga WNI.

Dia belum bisa memastikan apakah WNI yang menjadi pelaku pengeboman tersebut karena masih dalam identifikasi pihak berwenang di Filipina.

Sebelumnya, Mendagri Filipina Eduardo Ano mengatakan, dua pelaku serangan bom bunuh diri di gereja katolik di Pulau Jolo, berasal dari Indonesia.

Disampaikan Ano, Jumat (1/2/2019), pihak militer telah memastikan bahwa insiden ledakan dua bom di gereja Jolo di Provinsi Sulu , Minggu (27/1/2019)  lalu merupakan bom bunuh diri yang dilakukan dua orang. Insiden bom ganda tersebut telah menewaskan 22 orang dan melukai 100 orang lainnya. (red)