Gempa Bumi Guncang Solok Selatan, Sumbar

29
Korban Gembar Bumi di Solok Selata (Foto: WA)

HORASNEWS.COM-Gempa bumi guncang Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat. Puluhan warga mengalami luka-luka dan bangunan rusak.

Gempa bimi terjadi pukul 06.27 Wib, tanggal 28 Februari 2019 memiliki kekuatan Mw=5,3. Episenter gempabumi terletak  pada koordinat 1,4 LS dan 101,53 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 36 km arah timur laut Kota Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, Propinsi Sumatera Barat pada kedalaman 10 km.

Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Solok Selatan ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, merupakan jenis gempabumi tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang terjadi akibat aktivitas Zona Sesar Sumatera (Sumatera Fault Zone) tepatnya pada pertemuan segmen Suliti-Siulak. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar mendatar (Strike-Slip).

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMGK Rahmat Triyono, gempa ini dirasakan dari masyarakat, dampak gempabumi dirasakan di daerah Solok Selatan IV MMI, Padang III-IV MMI, Painan dan Padang Panjang II-III MMI, Payakumbuh 50 Kota II MMI, Kepahyang I MMI . Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Gempa ini mengakibatkan puluhan bangunan rusak serta puluhan masyarakat luka ringan.

“Untuk sementara dilaporkan 40 rumah rusak dan 23 luka ringan,” kata sekretaris BPBD Solok Selatan, Sumardianto, seprti dilansir klikpositif.com.

Sumardianto menjelaskan, data sementara ada 30 rumah rusak di Selatan Nagari Talunan Maju Kecamaan Sangir Balai Janggo.

Sedang korban luka ringan satu orang. Di Nagari Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo terdapat 4 rumah rusak berat, 6 rumah rusak sedang korban luka ringan 22 orang

Tindakan sementara pembukaan posko kesehatan di Sungai Kunyit TRC sedang melakukan assesment ke lapangan. Sementara itu Kepala dinas kesehatan berdasarkan laporan medis dilapangan mengungkapkan banyak korban yang terkena reruntuhan bangunan tersebut.

“Untuk korban gempa petugas kita masih melakukan penanganan dilapangan, Jumlah sementara 23 orang dan masih bisa bertambah,” katanya. (red)