Enam Pantai di Sumbar Rusak Setelah Dihantam Gelombang Laut

115

HORASNEWS.COM-Enam pantai di Sumatra Barat rusak setelah dihantam gelombang laut. Tidak ada korban jiwa, tatapi kerugian mencapai puluhan miliar rupiah. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V, Kementerian PU PR Nur Amin mengatakan, saat ini abrasi pantai masih berlangsung dan warga diminta waspada.

Menurut data dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), ada enam titik pantai di Sumbar tergerus air laut karena cuaca ekstrim.

Dua titik terjadi di Kabupaten Mentawai, dua titik di Kabupaten Pesisir Selatan, satu titik di Kota Padang dan satu titik di Kota Pariaman.

Paling parah terjadi di Dusun Mosa, Desa Matobek, Kecamatan Sipora Selatan dan Dusun Muaro, Desa Muara Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Mentawai.

Di dua titik ini ada 24 rumah rusak dihantam gelombang laut, sejak sebulan tarakhir, tanggal 27 Juli 2019 hingga saat ini. Puluhan rumah di daerah ini terancam dan sebagian warga mulai mengungsi ke tempat lain.

Selain di Mentawai, abrasi juga menghantam Pantai Sambungo di Kecamatan Lunang Silaut dan Pantai Api-api di Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Di daerah ini ada 50 Kepala Keluarga terancam.

Kemudian, pantai Muara Lasak di Kecamatan Padang Barat, Kota Padang dan Pantai Gondariah Kota Pariaman.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V, Kementerian PU PR Nuramin

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V, Kementerian PU PR Nur Amin mengatakan, pihaknya telah mengirim karung ke lokasi untuk meminimalisir ganasnya abrasi pantai.

“Tingginya gelombang laut mengakibatkan daratan pantai terkuras akibat cuaca ekstrim akhir-akhir ini. Ganasnya angina laut selatan pantai Barat Sumbar membuat gelombang laut tinggi dan menghantam daratan,” ujar Nur Amin, kepada Horasnews.com, di Padang, Kamis (22/8/2019).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menganggarkan Rp 9,8 miliar untuk dua titik di Kabupaten Mentawai dan Rp 11 miliar di Kabupaten Pesisir Selatan.

Nuramin meminta kepada masyarakat yang berdomisili di bibir pantai barat Sumbar untuk lebih waspada, karena gelombang laut diperkirakan akan terjadi beberapa minggu ke depan. (red)