Empat Orang Diduga Pembunuh Dibekuk Polres Solok Selatan

48

HORASNEWS.COM-Empat kawanan perampok mengakibatkan nenek tua meninggal dibekuk jajaran Polres Solok Selatan, Sumatra Barat, dibekuk di Provinsi Jambi. Keempat pelaku diancam hukuman mati.

Setelah melarikan enam bulan, keempat pelaku perampokan mengakibatkan seorang nenek Gustinar (71 tahun) tewas, digiring ke Mapolres Solok Selatan, Sumatra Bara, Kamis (17/1/2019). Mereka dibekuk di provinsi Jambi.

Keempatnya,  RJ 24 tahun, AS 22 tahun, keduanya diciduk ditempat pesembunyiannya di Tanjung Jabung Barat, Jambi. Sementara dua pelaku lainnya, SL  30 tahun dan DA 33 tahun, dibekuk di rumahnya masing-masing.

Keempat pelaku merupakan warga jorong Lubuk Jaya, Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, tepatnya diobjek wisata unggulan Solok Selatan di kawasan seribu rumah gadang. Pelaku juga satu kampung dengan korban.

Peristiwa berawal dari, informasi yang diberikan pelaku AS kepada ketiga pelaku lainnya,  tanggal 7 Juli 2018 malam.  Pelaku AS memberi tahu bahwa  korban nenek Gustinar baru saja menerima uang sebesar lima puluh juta rupiah, hasil penjualan tanah miliknya. Pelaku AS pun mengajak ketiga pelaku lainnya untuk melancarkan aksi perampokan.

Para pelaku membagi perannya, pelaku AS yang merupakan otak pelaku berperan untuk mengamati situasi diluar rumah. Sedangkan tiga pelaku lainnya berperan untuk melakukan pencurian di dalam rumah.  Pelaku berhasil masuk kedalam rumah korban melalui jendela. Setelah berada didalam rumah pelaku mematikan lampu dan mengacak seisi rumah.

Saat melancarkan aksinya, korban terbangun dengan spontan berteriak, panik dengan dengan keadaan, pelaku RJ langsung membekap mulut korban sehingga korban sulit bernafas hingga akhirnya tewas.

Adik korban Nofiar 69 tahun yang juga terbangun saat itu dan mengetahui aksi pelaku, juga menjadi korban penganiaayaan pelaku hingga korban tak berdaya hingga mengalami luka berat.

Takut aksinya diketahui warga, keempat pelaku langsung melarikan diri, namun, pelaku tidak berhasil menemukan uang yang menjadi incarannya itu, karena transaksi penjualan tanah tersebut belum berlangsung, karena baru sebatas proses negosiasi.

Setelah kejadian pelaku kembali berbaur dengan masyarakat, namun, dua pelaku lainnya RJ dan AS memilih kabur dan bersembunyi di provinsi Jambi hingga mereka berhasil diringkus.

Sari keterangan polisi, aksi pelaku pembunahan ini tergolong rapi, karena untuk melakukan pengungkapan minim petunjuk, hingga polres solok selatan membentuk tim khusus untuk melakukan pengungkapan, tim terdiri dari personel reskrim dan intelkam, bahkan juga melibatkan tim cyber dari mabes polri.

Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto, mengatakan, saat ini keempat pelaku bersama barang bukti telah diamankan di mapolres solok selatan untuk tindak lanjuti, sementara pelaku diancam dengan pasal 363 ayat 3, 4, 5, jo 365, jo 351 ayat 3, jo 338 kuhp denan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau seumur hidup.(Deky)