Dokter Romi Akhirnya Jadi CPNS di RSUD Solok Selatan

74

HORASNEWS.COM-Dokter Gigi Romi Syofpa Ismael, yang dianulir Bupati Solok Selatan, Sumatra Barat jadi CPNS, akhirnya menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dia akan ditempat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok Selatan.

Dokter Gigi Romi Syofpa Ismael, diterima Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasru Abit di loby Kantor Gubernur Sumbar, jalan Sudirman Padang, pukul 11.20 Waktu Indonesia Barat (Wib), Selasa (6/8/2019).

Menurut Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Dokter Romi dipastikan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), di Kabupaten Solok Selatan. Dia ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok Selatan.

Dokter Romi bukan ditempatkan di Puskesmas  Talunan, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, tempat dia dulu mengabdi sebagai dokter gigi.

Kepastian dokter Romi jadi CPNS, setelah Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dan Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria menggelar pertemuan di Kantor Staf Presiden (KSP) dengan Ketua Deputi V Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani, Senin (5/8/2019).

“Dengan diangkatnya dokter Romi CPNS,  tidak ada permasalahan dan kami tetap mengawalnya hingga Surat Keputusan (SK) pengangkatannya keluar,” ujar Nasrul Abit, sambil mengatakan, pengangkatannya pada formasi tahun 2018.

Dokter Romi, mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah Provinsi Sumbar dan masyarakat luas yang memberikan dukungan terhadap perjuangannya selama ini. “Termasuk media yang selalu memberitakan tentang saya,” ujar ibu dua anak ini.

Namun, hingga saat ini, Bupati Solok Selatan Muzni Zakari belum pernah berkomunikasi baik berhadapan dan telepon dengan dia. “Saat ini belum ada,” katanya.

Seperti diketahui kasus Dokter  Romi bermula dari pembatalan kelulusan sebagai CPNS di Kabupaten Solok Selatan, Sumbar. Padahal sejak tahun 2015 yang bersangkutan sudah berkerja sebagai dokter PTT Kemenkes di tempat ini.

Pada Juli 2016 Juli, usai melahirkan anak ke-2, ia mengalami kelemahan pada saraf kaki yang mengharuskannya menggunakan kursi roda. Tapi ia sanggup menuntaskan kontrak PTT nya pada 2017.

Hasil tes, dia memperoleh nilai tertinggi, tetapi diduga dianulir di Solok Selatan. Diapun berjuang ke Mendagri dan ke Istana. Akhirnya, perjuangan dokter Romi berhasil.(red)