Dialog Publik Napak Tilas Kejayaan Kesultanan Bahren Kota Pinang, Sabtu Depan

21

HORASNEWS.COM-Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mendukung pelaksanaan Dialog Publik Napak Tilas Kejayaan Kesultanan Bahren Kota Pinang. Dialog akan menghadirkan narasumber ternama, di antaranya, sejarahwan Unimed Dr Phil Ichwan Azhari.

Ketua Umum PB Iklas Drs  Rivai Nasution mengatakan hal itu, di Medan usai bertemu Gubsu di kediaman pribadi Gubsu, Jumat (14/12) sore.

Dialog Publik Napak Tilas Kejayaan Kesultanan Bahren Kota Pinang, dilaksanakan Pengurus Besar Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan (PB Iklas), di Gedung Santun Berkata Bijak Berkarya (SBBK) Jalan Bukit Kota Pinang Labusel, Sabtu (22/12).

Rivai menjelaskan,  ketika bertemu Gubsu itu, dia bersama Pembina Yayasan Daun Sirih, Syahlan Jukhri Nasution dan Dodi Enda Nasution guna menyampaikan undangan resmi dialog publik yang menjadwalkan Gubsu H Edy Rahmayadi sebagai keynote speaker sekaligus membuka acara tersebut.

Dialog akan menghadirkan narasumber ternama. Diantaranya, sejarahwan Unimed Dr Phil Ichwan Azhari, Kepala Satker PBL Kementerian PUPR Ir Ichwanul Ihsan, Kadisbudpar Sumut Dr Ir Hidayati MSi. Kemudia, ahli bangunan cagar budaya Sumut Dr Isnen Fitri, ahli waris Kesultanan Bahran Kotapinang, Pemkab Labusel, tokoh masyarakat Labusel dan Ketua Umum Pengurus Besar Iklas Dr H Amarullah Nasution SE MBA.

Lebih lanjut Syahlan Jukhri menjelaskan, dari dialog itu juga nanti akan mendapatkan masukan berharga bagaimana dulunya Kota Pinang dan Labusel, sebab berkaitan langsung dengan kejayaan Kesultanan Bahren Kota Pinang.

Dari dialog ini, ungkapnya akan ditarik “benang merah” terhadap data historis yang otentik terkait landasan dan pijakan tentang berdirinya Labusel, sehingga menjadi spirit besar pembangunan daerah ini di masa akan datang.

“Kabupaten Labusel sudah berjalan 10 tahun. Namun kita tidak begitu tahu tentang data otentik dan kejayaan masa lalunya. Melalui dialog tersebut nantinya akan terbuka lebar tentang data otentik dan filosofi-filosofi tentang Labusel,” ujarnya.

Karena itu, sebut Rivai Nasution dialog ini dimaksudkan untuk mengangkat lagi keberadaan Istana Bahran yang memiliki kaitan sejarah langsung dengan Labusel. Sebab selama sekian puluh tahun  kondisinya sudah terbengkalai dan sangat memprihatinkan.

“Melalui dialog ini diharapkan dapat memberikan solusi terbaik agar keberadaan istana bisa direstorasi kembali sebagai cagar budaya dan bisa menjadi salah satu ikon wisata Labusel,” ujarnya. (rel)

loading...