BNPB , BMKG dan Kepal-kepala Daerah di Sumbar Rakor Mitigasi

168

HORASNEWS.COM-Kepala-kepala daerah di  Provinsi Sumatra Barat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),  Badan Meteorogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan ahli kegempaan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) mitigasi dan penanganan bencana alam gempa bumi dan tsunami. Rakor ini memetakan potensi gempa bumi dan tsunami dan kesiapsi agaan di pesisir barat Sumatra Barat.

Rapat Koordinasi Mitigasi dan Penanganan Bencana Gempa dan Tsunami di Sumbar  berlangsung di Auditorium Gubernuran Sumbar, Jalan Sudirman, Kota Padang, Kamis ( 24/1/2019) pagi.

Rakor ini dihadiri Sekretaris Utama atau Sestama Dodi Ruswandi, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Deputi tiga Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim, Ridwan Djamaluddin serta Ahli Gempa Dani Hilman dan Para peneliti antar lain dari LIPI.

Juga hadir  Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Wakil Gubernur Sumbar  Nasrul Abit, Kepala-kepala daerah yang berada digaris pantai pesisir Sumatra Barat (Agam, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan dan Mentawai).

Menurut Gubernur Sumbar Irwan Prayitno kepala daerah yang ada di Sumbar mengikuti Rapat Koordinasi Mitigasi dan Penanganan Bencana Gempa dan Tsunami di Sumbar.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno kegiatan ini diikuti tujuh kepala daerah yang berada di daerah pesisir dengan harapan rekomendasi dari kegiatan ini menjadi kebijakan kepala daerah ah untuk diterapkan di daerah masing masing.

Khusus kepada pemerintah pusat, diharapkan rekomendasi dari kegiatan ini dapat ditindaklanjuti.

Sumbar sebagai daerah yang rawan bencana, masyarakat harus selalu siap siaga dengan menyesuaikan kondisi yang terjadi. Gempa dan tsunami tidak akan diketahui kapan terjadi.

Menurut Irwan, shelter paling tepat untuk mengurangi resiko pada saat gempa terjadi yang diiringi stunami mengingat kalau lari ke tempat yang lebih untuk untuk menghindari resiko yang ditimbulkan, butuh waktu. (red)