Belasan Ribu Suara Caleg DPD Diputihkan KPU Padang, Kenapa ?

165
KPU Padang, Sumbar merekap hasil Pemilu Presdien dan Legislatif 2019. (Foto: Horasnews.com)

HORASNEWS.COM-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang, Sumatra Barat masih melakukan rekapitulasi hasil Pemilihan Umum Presiden dan Calon Legislatif (Caleg), tanggal   17 April 2019 lalu. KPU terpaksa memutihkan belasan ribu suara Caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Afrizal, karena meninggal dunia sebelum pencoblosan.

Empat hari terakhir ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang, Sumatra Barat belum bisa menuntaskan rekapitulasi hasil Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Calon Legislatif (Caleg) tahun 2019, di Aula Balai Pelkes Dinas Kesehatan Sumbar, Senin (6/5/2019).

Dari 11 Panitia Pemilihan Kecamatan (PKK), baru bisa tuntas delapan PPK. “Kita harapkan tiga PPK , Kuranji, Koto Tangah dan Lubuk Begalung bisa tuntas hari ini,” ujar Ketua KPU Kota Padang, Muhammad Sawati.

Menurut dia, sesuai dengan jadwal, seharusnya rekapitulasi di tingkat KPU Kota Padang sudah tuntas tanggal 6 Mei 2019, tetapi karena banyaknya kendala di tingkat PPK sehingga molor.

“Hal ini disebabkan banyaknya Tempat Pemungutan Suara (TPS) di masing-masing kecamatan dan banyaknya protes saksi. Coba bayangkan ribuan tandatangan yang harus dilakukan KPPS,” ujarnya.

Dalam proses rekaputulasi ini, KPU Kota Padang memutihkan suara caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD) atas nama Afrizal. Pasca pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) DPD, Afrizal meninggal dunia.

Menurut Sawati, pemutihan itu dilakukan ditingkat kota, sedangkan di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) masih dicatat. “Rata-rata suaranya lebih 1.000 suara per kecamatan. Di Kota Padang ada 11 kecamatan berarti belasan ribu suara diputihkan,” katanya.

Masih banyak mencoblos almarhum Afrizal di Kota Padang ini karena KPU tidak memberikan sosialisasi. KPU Padang hanya memutihkan surat suara DPD dan papan pengumuman di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). (red)

INI VIDEONYA: