Bawaslu Sumbar Diserang Caleg

278

HORASNEWS.COM-Perang mulut mewarnai sosialisasi pelaksanaan pengawasan tahapan Pileg dan Pilpres tahun 2019. Para caleg selama ini kecewa terhadap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang seenaknya mencopot Alat Peraga Kampanye (APK) Caleg. Ketua Bawaslu Sumbar Vitner mengatakan, pencopotan itu dilakukan karena tidak sesuai dengan aturan.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), menggelar sosialisasi pelaksanaan pengawasan tahapan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019, di Hotel Inna Muara Padang, Selasa (27/11/2018) pagi.

Hadir para Ketua-ketua KPU dan Bawaslu se-Sumbar, Partai Politik, Ormas, OKP dan para Calon Legislatif (Caleg) serta media massa.

Sosialisasi ini menghadirkan nara sumber Anggota KPU Sumbar Gebril Daulay, Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Robert Gesnedi dan Anggota Bawaslu Sumbar Vitner.

Awalnya, diskusi ini berjalan dengan lancar saat pemberian materi oleh narasumber. Tetapi, saat peserta diberikan pertanyaan, para caleg menyatakan kekecewaannya dengan menyerang Bawaslu Sumbar.

“Kami protes karena banyaknya bahilo dan alat peraga kampanye kami dicopot Bawaslu di daerah-daerah,” ujar Yeni Tanjung, Caleg DPR-RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Hal senada juga dilontarkan Caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Alkudri, banyak baliho dan APK-nya diturunkan Bawaslu di Kabupaten dan Kota.

Menanggapi hal itu, Vitner mengatakan, pencopotan baliho dan APK caleg karena tidak sesuai dengan aturan yang ada. “Justru itu kita lalukan sosialisasi saat ini agar Bawaslu dan Caleg serta Partai Politik satu persepsi,” ujarnya. (BH)