ASEAN Diplomatic Gathering 2018

30

HORASNEWS.COM-Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-33 ASEAN dan KTT Terkait Lainnya di Singapura tanggal 15 November 2018 telah menandai berakhirnya rangkaian pertemuan tingkat Kepala Negara/Pemerintahan dan para Menteri ASEAN di masa Keketuaan Singapura di ASEAN tahun ini.

Sepanjang Keketuaan Singapura Tahun 2018, proses pembangunan Masyarakat ASEAN telah difokuskan untuk mewujudkan kawasan Asia Tenggara yang tangguh dan berinovasi. “Sejak berdirinya di tahun 1967, ASEAN telah bertransformasi menjadi suatu organisasi yang solid dan sentral dalam proses pembentukan arsitektur kawasan di Asia Tenggara maupun kawasan yang lebih luas,” kata Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri, Jose Tavares.

Dalam kesempatan ini, Direktur Jenderal Tavares juga telah menyampaikan perkembangan mengenai beberapa isu utama yang dibahas di ASEAN tahun ini, seperti Konsep Indo-Pasifik, Code of Conduct of the South China Sea (COC), situasi kemanusiaan di Rakhine State, Semenanjung Korea, Regional Comprehensive Economic Partnership dan Jejaring Kota Pintar ASEAN. Selain itu, beliau juga menjelaskan tiga prioritas kepemimpinan Indonesia dalam Kemitraan ASEAN-Rusia tahun 2018-2021, yaitu penanggulangan terorisme, keamanan siber dan manajemen bencana.

Pada tahun 2019 mendatang, Thailand akan bertindak sebagai Ketua ASEAN. Dalam keketuaannya, Thailand telah memilih tema: “Advancing Partnership for Sustainability” yang didasarkan pada tiga pilar utama, yaitu creativity, complementarities dan continuity. “Indonesia berkomitmen untuk mendukung Keketuaan Thailand di ASEAN Tahun 2019 guna memajukan kemitraan baik antar Negara Anggota ASEAN, dengan Mitra Wicara maupun dengan masyarakat internasional untuk mewujudkan kesinambungan di berbagai dimensi dan sektor kerja sama.”

Acara ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan terkait ASEAN di tingkat nasional, para Duta Besar yang terakreditasi untuk ASEAN, para Duta Besar/Wakil Tetap untuk ASEAN di Jakarta, Kalangan Akademisi (Pusat Studi ASEAN) maupun media. Diharapkan acara ini akan dapat menjadi platform diseminasi informasi mengenai perkembangan pembangunan Masyarakat ASEAN kepada para peserta yang hadir sekaligus memperoleh umpan balik dari para hadirin guna mengoptimalisasikan peran Indonesia di ASEAN. (Sumber: Ditjen Kerja Sama ASEAN)