Warga Sumbar Waspada, Difteri KLB

Warga Sumbar Waspada, Difteri KLB

HORASNEWS.COM-Penyakit difteri mulai mewabah di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satunya Provinsi Sumatra Barat yang saat ini berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB). Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit akan menurunkan tim investigsi ke daerah-daerah.

Data yang diperoleh Horasnews.com, Sumatra Barat tahun 2017 kasus suspect difteri 23 orang. Dengan rincian  21 orang dinyatakan negative dan 2 orang positif dari Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat ( 1 orang yang di Pasaman Barat meninggal).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry, upaya yang dilakukan peningkatan cakupan imunisasi baik imunisasi dasar maupun lanjutan melalui : Drop Out Follow Up (DOFU), daerah kabupaten dan kota agar melakukan Back Lock Fighting (BLF) apabila 3 tahun berturut-turut mencapai UCI.

“Kemudian, peningkatan kualitas rantai dingin, peningkatan surveilans atau penyelidikan epidemiologi dan koordinasi dengan Komda PP KIPI,” ujarnya.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae ini dapat menyebabkan kematian terutama pada anak-anak.

Ternyata masih banyak anak-anak yang belum tersentuh imunisasi, termasuk imunisasi difteri. Penyebab ini lah yang dikatakan adalah penyebab terbesar.

Menurut Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meminta dinas kesehatan Sumbar untuk melakukan investigasi dan segera mengatasinya. “Kita akan turunkan tim ke daerah,” ujarnya.

Imunisasi difteri diberikan melalui imunisasi dasar pada bayi di bawah 1 tahun, sebanyak 3 dosis vaksin DPT-HB-Hib dengan jarak 1 bulan. Imunisasi lanjutan atau booster diberikan pada anak umur 18 bulan sebayak 1 dosis vaksin DPT-HB-Hib.

Anak sekolah tingkat dasar diberi 1 dosis vaksin DT di kelas 1, pada kelas 2 diberi 1 dosis vaksin Td, dan pada murid kelas 5 diberi 1 dosis vaksin Td. (Amri)

loading...

Tuliskan Komentar Anda