Uniknya Wisata Mangrove di Kota Pariaman

Kawasan Mangrove di Kota Paraiaman

HORASNEWS.COM-Kota Pariaman, Sumatra Barat memiliki ragam objek-objek wisatanya. Mulai dari wisata bahari hingga wisata hutan mangrove atau hutan bakau. Kawasan hutan bakau ini menjadi daya tarik tersendiri, karena keunikannya berada di jantung kota.

Sepuluh hektar hutan mangrove di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat ini adalah milik Nagari (Desa).

Dulunya, kawasan ini dibiarkan dan tidak dirawat masyarakat, karena dinilai tidak bermanfaat secara ekonomis.

Para warga Nagari Apar lebih suka mencari ikan di laut dan langsung menghasilkan uang secara instan.

Kawasan Mangrove di Kota Pariaman

Sejak tahun 2009, Pemerintah Kota Pariaman bersama komunitas pencinta alam Tabuik Diving Club (TDC) Kota Pariaman menjadikan kawasan ini bernilai ekonomis.

Pemerintah dan masyarakat menyolek atau menata kawasan ini menjadi objek wisata baru.

Mereka membuat jalur atau trak hutan bakau sepanjang 50 meter dengan lebar 1,5 meter di area sekitar 1 hektare.

Pembangunan jalur ini bertujuan menyelamatkan lingkungan sekaligus menjadikan kawasan itu sebagai destinasi wisata alam terbaru.

Kasawan Hutan Bakau di Pariaman

Sejak 2011, komunitas TDC telah melakukan penanaman lebih-kurang 100 ribu bibit mangrove di beberapa titik, yang diperkirakan hidup sebanyak 95 persen. Bibit itu didatangkan dari Bengkalis, Provinsi Riau.

Pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat juga terlibat dalam penanaman hutan bakau ini.

Sekarang, kawasan ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Mereka datang dari berbagai daerah di Sumatra Barat dan provinsi lain. Pengunjung bisa menikmati keindahan dan keunikan di kawasan ini.

Pohon bakau jenis Rhizophora di Desa Apar itu memiliki fungsi sebagai penyangga habitat utama berbagai jenis hewan, seperti ikan, kepiting bakau, dan biawak.

Trak bagi pejalan kaki itu memudahkan wisatawan menikmati keindahan tanaman bakau.

Seolah memahami kebutuhan kebutuhan swafoto masyarakat, Pemerintah Pariaman juga menyediakan spot lokasi yang menarik. Bertuliskan I Love You, sebuah kenangan bagi pengunjung jika sudah mengabadikan momen ini.

“Saya baru pertama ke sini dan cukup menarik, apalagi dikembangkan lebih bagus lagi,” ujar Saribulih, pengunjung dari Kota Padang kepada Horasnews.com.

Selain berfoto, pengunjung juga dimanjakan dengan kesejukan alam dan hijaunya pohon mangrove. Warga bisa melihat secara langsung buah dan bunga mangrove yang sebenarnya.

Kawasan Hutan Bakau di Pariaman

Para pengunjung juga bisa menanam hutang mangrove secara langsung di kawasan ini.

Tingginya animo masyarakat ke kawasan ini, pemerintah Kota Pariaman berusaha menjadikan kawasan ini kawasan wisata berwawasan edukasi.

“Pemerintah terus berupaya agar objek wisata ini bernilai tinggi,” ujar Wali Kota Pariaman, Muchlis Rahman.

Menurut dia, mangrove juga berfungsi mengurangi dampak abrasi dan sedimentasi yang berdampak buruk bagi lingkungan pesisir.

Di samping juga berguna untuk pelestarian keanekaragaman hayati, program rehabilitasi hutan mangrove juga dapat memberi nilai tambah dari segi ekonomis.

hutan mangrove di Kota Pariaman

Menurut Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit,  Pantai Pariaman – Prinsipnya pelaksananaan mesti berbasis kelestarian lingkungan. Kelestarian lingkungan itu tugas bersama bukan pada pemerintah,  perusahaan semata akan tetapi juga masyarakat.

“Kita mengapreasi kegiatan ini bagaimana melestarikan mangrove yang dapat memberikan oksigen dan menjaga ekosistem laut,” ujar Nasrul Abit.

Wisata mangrove yang bermacam-macam jenis sebagai edukasi masyarakat terutama generasi muda mencintai kelestarian lingkungan. (Red)

loading...

Tuliskan Komentar Anda