Sering Dibuli Teman, Remaja 18 Tahun di Padang Lumpuh

Sering Dibuli Teman, Remaja 18 Tahun di Padang Lumpuh

HORASNEWS.COM-Akibat sering dibuli teman-temannya, seorang remaja 18 tahun di Padang Sumatera Barat, sudah 5 tahun lumpuh total. Ia hanya terbaring dikasur, karena seluruh badannya lemas.

Remaja itu bernama Ariyanto, tinggal di RT 01/RW 02 Kelurahan Kubu Dalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatra Barat. Dirumah peninggalan kakek neneknya, ia terbaring lemas dikasur seadanya di ruang tamu.

Sejak lima tahun terakhir, ia sudah tidak lagi bisa duduk ataupun berjalan. Hari-harinya hanya dihabiskan diatas tempat tidur.

Sudah berbagai macam obat alternatif dicoba untuk mengobati Yanto, namun penyakitnya tak juga menjauh. Sementara untuk kerumah sakit, orang tuanya tak punya biaya.

Maklumlah,  ibunya Ursula Andres, juga sudah lima tahun lumpuh tidak bisa berjalan dan sulit berbicara karena menderita strok. Sedangkan ayahnya sudah kawin lagi dengan wanita lain. Sejak itu, ia tak pernah mendapatkan nafkah dari ayahnya dan hanya hidup dari belas kasihan.

Menurut bibinya, umur 8 tahun, Yanto dulu sering dibuli dan dipukuli teman-temannya di sekolah. Namun ia tak pernah menceritakan kepada orang tuanya tentang hal itu. Sejak itu, ia sering sakit-sakitan dan akhirnya lumpuh total.

“Dulu waktu usia 8 tahun ia sering dipukuli dan berkelahi dengan teman-temannya, tapi dia tak pernah cerita, temannya yang bilang begitu, sejak itu dia sakit-sakitan dan sudah dibawa berobat kemana-mana tapi tak sembuh juga, lima tahun terakhir ini dia tak bisa berjalan sama sekali,” ucap Ermawati, bibi Yanto.

Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik Ariyanto baru saja diterbitkan tahun ini. Namun anak kedua dari tiga bersaudara ini, tak bisa dibawa kerumah sakit, karna tak ada yang mengurusnya.

“Dulu karena alasan kartu Keluarga (KK)nya belum keluar, jadi lurah menahan kartu Jamkesmasnya, baru sekarang dikeluarkan, tapi sekarangbagaimana lagi membawanya kerumah sakit, ibunya sudah lumpuh pula, ayahnya sudah kawin lagi, siapa yang mengurusinya,” tambah bibinya.

Keluarga miskin ini kini hanya pasrah, menunggu orang yang berbaik hati mencarikan solusi demi masa Ariyanto.(art)

loading...

Tuliskan Komentar Anda