Satgas Polri dan Ditnarkoba PMJ Musnahkan 239,84 KG Shabu dan 30.000 Ecstasy

HORASNEWS.COM-Tim gabungan Satgas Polri dan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya (PMJ) hari ini, Kamis (24/5/2018) menggelar pemusnahan barang bukti narkotika jenis Metamfetamin alias shabu seberat 239,84 kg dan 30.000 butir MDMA (Ecstasy).

Pemusnahan barang bukti tersebut dilaksanakan di gedung Ditnarkoba, yang dipimpin langsung oleh Wadir Ditnarkoba AKBP Audie Latuheru.

Tampak hadir pula perwakilan Jaksa penuntut, pengacara pelaku, perwakilan Humas PMJ AKBP Gede, perwakilan Lab penguji (Forensik) dari Mabes dan Polda, dan anggota tim gabungan Satgas Polri dan Polda.

Sebelum melakukan pemusnahan, tim forensik Mabes dan Polda melakukan serangkaian tes memastikan bahwa barang tersebut benar-benar Narkoba.

AKBP Audie Latuheru mengatakan jika pemusnahan barang bukti (narkoba) ini merupakan hasil pengungkapan sindikat jaringan internasional yang melibatkan warga negara Malaysia pada 8 Februari 2018 lalu di Kompleks pergudangan harapan Dadap Jaya No. 36 Kecamatan Kosambi, Kota Tangerang.

“Sekedar mereviuw kembali, kegiatan ini (pemusnahan) merupakan hasil pengungkapan 8 Februari 2018 lalu, mereka mengemas barang haram tersebut di dalam mesin cuci,” ulasnya di gedung Ditnarkoba Polda Metro Jaya, Kamis (24/5/2018).

Audie menjelaskan, jika saat ini pihaknya telah menahan tiga orang tersangka, JN alias MT, AN alias AK dan ID alias AL yang sebelumnya sudah menjalani hukuman (napi). Otak pelaku yang adalah seorang warga Malaysia berinisial LTH alias O alias M meninggal dunia didor polisi karena berusaha kabur dan melawan petugas saat hendak dilakukan penangkapan.

AKBP Donie Alexander menegaskan bahwa barang bukti tersebut didatangkan dari Malaysia.

“Barang ini berasal dari Malaysia,” ujar

Atas perbuatannya, ketiga pelaku yang masih hidup dikenakan Primer Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI no. 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkoba dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.(Tribratanews.com/Yori)

loading...

Tuliskan Komentar Anda