Presiden Jokowi di KTT APEC 2017

Jokowi di KTT APEC 2017

HORASNEWS.COM- Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi menghadiri Gala Dinner KTT APEC bersama pemimpin APEC lainnya di Sheraton Resort Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11) malam.

Tiba di lokasi, Presiden bersama Ibu Iriana Jokowi disambut Presiden Vietnam Tran Dai Quang dan Ibu Nguyen Thi Hien, yang dilanjutkan dengan berfoto bersama dengan para Pemimpin APEC.

Pada saat foto bersama tampak Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi berada dekat dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe, PM Kanada Justin Trudeau, dan PM Australia Malcolm Turnbull. Setelah itu semua pemimpin APEC bersama-sama memasuki Grand Ballroom untuk menikmati santap malam dan pertunjukan budaya.

Setelah menikmati jamuan santap malam dan pertunjukan budaya, Presiden dan Ibu Negara Iriana Jokowi meninggalkan tempat tersebut untuk kembali ke Furama Resort, tempat menginap selama berada di Da Nang, Vietnam.

Selama ini orang selalu bicara mengenai trade dan investment, yang memang naik selama 25 tahun berpindah dari Atlantik ke Pasifik, tapi isu tentang ketimpangan atau kesenjangan jarang dibicarakan padahal hal tersebut ada di mana-mana bukan hanya di negara berkembang namun juga negara maju.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri APEC Bussiness Advisory Council (ABAC) Dialogue dengan para kepala negara anggota APEC di Furama Resort, Da Nang, Viet Nam.

“Jadi Pak Presiden menggarisbawahi bahwa kedepannya apapun yang dilakukan di APEC setelah 2020 harus menyoroti berapa banyak kesenjangan yang kita obati,” ujar Anindya Bakrie, Co-Chair ABAC Indonesia.

Hal menarik lainnya, menurut Anindya, saat Presiden Jokowi menyampaikan bahwa APEC ini dua per tiga ini adalah air, mirip dengan Indonesia 2 per 3 air, tapi yang dibicarakan mengenai trade dan investment itu umumnya hanya fokus ke darat.

“Nah di sini Presiden mengatakan bahwa maritime economy atau namanya apapun blue economy itu sangat penting, bukan saja buat konektivitas mengurangi biaya pengiriman dan lain-lain, tapi lebih dari itu juga dapat membuat aquakultur itu berkembang,” jelas Anindya seraya menyampaikan bahwa Presiden Jokowi juga menggarisbawahi mengenai inclusive growth.

Dalam forum yang dihadiri oleh 21 pemimpin APEC, Tuan rumah Viet Nam menyampaikan lima isu besar yakni mengenai visi APEC setelah 2020, konektivitas, financial inclusion, lalu juga UMKM dan yang terakhir sustainable development.

Beberapa rangkaian agenda APEC masih akan diikuti oleh Presiden Jokowi di Da Nang, Viet Nam. Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja kali ini Seskab Pramono Anung, dan Wamenlu AM Fachir. (MA/UN/EN)

loading...

Tuliskan Komentar Anda