Potensi Konflik di Pemilihan Umum, Ini Antisipasinya

HORASNEWS.COM-Puluhan jurnalis di Kota Padang, Sumatra Barat mengikuti workshop pembinan pengetahuan potensi dan solusi konflik. Workshop digagas Komunitas Jurnalis Muda (KJM) Sumatra Barat  ini, menghadirkan narasumber berkopetensi.

Workshop bertema “Mengkaji Potensi Konflik Pemilu 2019” ini berlangsung di Hotel Kryad Kota Padang, Sumatra Barat, Sabtu (21/07/ 2018). Sebagai pembicara mantan Ketua KPU Sumbar Muhammad Muftie Syarfie, Anggota Bawaslu Sumbar Vifner dan AKBP Jupnedi dari Intelkam Polda Sumbar.

Menurut Muftie Syarfie, potensi konflik itu muncul disebabkan, regulasi yang terlambat terbit, sedangkan tahapan hendak dimulai dan tidak diimbangi kualitas penyelenggara.

Disamping itu, rekruitmen anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah yang bersamaan dengan berjalannya tahapan. Sistem aplikasi Pemilu yang sering maintenance.

“Disamping itu konflik internal partai. Konflik antas partai dan kampanye isu sara dan kampanye menggunakan pasilitas negara. Selain itu, tata kelola logistic di TPS yang tidak memadai,” ujarnya.

Dia juga menambahkan potensi lanjutan itu terjadi disebabkan media massa yang tidak (belum bisa) berimbang. Politik transaksional seperti janji jabatan dan politik uang.

“Munculnya demagog: para orator ulung yang pandai membuat citra baik, namun hakekatnya mereka membohongi rakyat,” tambah mantan Ketua KPU Sumbar ini.

Anggota Bawaslu Sumbar Vifner mengakui potensi konflik itu juga ada ditangan penyenggara tingkat bawah. Dia mencontohkan, salah satu kepada Desa di Kabupaten Padang Pariaman terpaksa menjalani hukuman kurungan karena melanggar UU Pemilu.

Workshop ini mendapat respon bagi kalangan jurnalis di Sumatra Barat karena menambah pengetahuan dan wawasan tentang Pemilihan Umum. Workshop dibuka AKBP Jupnedi ini  dikuti puluhan jurnalis, organisasi kepemudaan dan mahasiswa.(red)

loading...

Tuliskan Komentar Anda