Polda Sumbar Razia Pil PCC di Padang

HORASNEWS.COM-Kepolisian Daerah Sumatra Barat bersama Balai POM Padang merazia toko-toko obat dan klinik untuk menarik peredaran pil Paracetamol, Caffeine, dan Carisoprodol (PCC). Hasil razia ini tidak menemukan peredaran pil PCC, melainkan menemukan obat-obat kadaluarsa.

Direktorat Narkoba Polda Sumbar berkerjasama dngan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan, Ikatan Apoterker Indonesia (IAI) dan Dinas Kesehatan Sumbar merazia apotek dan toko obat di sejumlah titik di Kota Padang,  Senin (25/09/2017). Salah satunya pusat toko obat di Taramdam Kota Padang.

Wakil Direktur Narkoba Polda Sumbar AKBP Yulmar razia ini merupakan instruksi langsung dari Kapolri untuk mengantisipasi beredarnya obat ilegal di wilayah hukum Polda Sumbar.

Hasil razia pada tiga titik di Kota Padang yakni di Pasar Raya dan dua titik di kawasan Tarandam. Hasilnya pil PCC masih belum ditemukan. Meski demikian pengawasan akan secara rutin dilakukan.

“Dalam razia kali ini kita hanya menemukan obat yang kedaluwarsa jenis Caffeine Anhydrous dan Decafil yang tidak layak edar, selanjutnya akan diproses oleh BBPOM,” kata dia.

Sementara Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM Padang Antoni Asdi mengatakan pihaknya telah merazia beberapa kota dan kabupaten sejak dua minggu lalu, guna menemukan keberadaan pil ilegal tersebut.

“Namun dalam razia kami hanya menemukan obat kedaluwarga di salah satu apotek di kawasan Tarandam, hasil ini akan kita dalami untuk menentukan sanksi yang akan kita berikan kepada pemilik apotek. Hasilnya nanti dapat berupa penghentian izin apotek,” kata dia.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar membeli obat di apotek pakai resep dokter sehingga penggunaan obat itu tidak berdampak buruk bagi kesehatan. “Apalagi dalam mengonsumsi obat keras, selain itu kami imbau kepada apotek jangan memberikan obat keras kepada masyarakat tanpa resep dokter,” kata dia. (Amri)

loading...

Tuliskan Komentar Anda