Pesan Wagub Kepada Pendamping Lokal Desa

HORASNEWS.COM-Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit, membuka Pelatihan penyegaran Pendamping Lokal Desa ( PLD ) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa ( P3MD ), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat di Axana Hotel Padang, Selasa 10 Oktober 2017.

Turut hadir pada kesempatan ini Kepala Dinas PMD Provinsi Sumatera Barat dan beberapa Konsultan. Dalam sambutannya, Nasrul Abit mengatakan, pelatihan dan pembekalan bagi tenaga pendamping desa ini diharapkan, dapat membuat tenaga pendamping lokal desa bekerja dengan baik dan memahami undang undang desa.

Tidak hanya itu, diharapkan Nasrul Abit, tenaga pendamping lokal desa dapat bekerja lebih terampil serta memfasilitasi masyarakat dalam musyawarah desa, serta menjadi pendamping yang siap pakai untuk masyarakat.

“Nagari di Sumbar ini sangat luas, bahkan ada yang meliputi satu kecamatan dan ada pula warga nagari yang sulit mengakses pelayanan di pusat pemerintahan nagari. Sebab, jarak tempuh untuk kepusat pelayanan itu berjarak belasan kilometer,” katanya.

Maka dari itu, melalui pemekaran nagari atau desa dapat menyelesaikan persolan yang terjadi ditengah masyarakat di nagari saat ini. Tidak hanya itu, wagub juga mendorong pemerintah kabupaten di daerah untuk melakukan pemekaran terhadap nagari yang telah memenuhi syarat.

Dia juga menceritakan, saat menjabat sebagai Bupari Pesisir Selatan, dirinya berhasil melakukan pemekaran nagari. Dan hambatan yang terjadiu adalah kerangka berfikir yang salah tentang pemekaran.

Lanjut wagub, sebagian besar masyarakat berfikir pemekaran akan memecah struktur adat yang ada, padahal tidak demikian. “Pemekaran yang dilakukan adalah untuk daerah pemerintahan, sementara daerah adat tidak diganggu gugat,” ujar Wagub.

Sosialisasi yang gencar dilakukan akhirnya mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Selain Padang Pariaman, Pasaman Barat juga tengah melakukan pemekaran 72 nagari. Nagari persiapan telah selesai dibentuk dan sudah ada penjabatnya.

Lima kabupaten lain juga mengikuti, yakni Kabupaten Pasaman mengajukan pemekaran sebanyak 25 nagari. Kabupaten Agam sebanyak enam nagari dan Kabupaten Limapuluh Kota dua nagari. Lalu Solok Selatan sebanyak delapan nagari baru dan Dharmasraya dua nagari baru. Nagari atau desa persiapan butuh waktu paling cepat satu tahun dan paling lambat tiga tahun untuk bisa menjadi definitif.

Permasalahan yang sering timbul dalam pelaksanaan program P3MD ini adalah
adanya beberapa masyarakat yang berupaya menolak akan program ini, terkait dengan salah satu rencana membuat jalan desa yang melalui perkebunan dari warga itu sendiri.

Perbedaan pendapat tersebut berhubungan dengan masalah ganti rugi tanah dan juga masalah ukuran luas tanah yang akan dijadikan jalan tersebut. Oleh sebab itu pemerintah perlu melakukan pendekatan secara mendalam kepada masyarakat agar masyarakat dapat memberikan sebagian lahan mereka demi pembangunan jalan desa tersebut, yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat itu sendiri.

Wagub berpesan kepada peserta Pendamping Lokal Desa, kemajuan Provinsi Sumatera Barat bergantung kepada pundak adek2, mendampingi masyarakat dalam membangun desa tidak lah mudah, keahlian dan kemampuan sangat di utamakan, jangan sampai melaksanakan tugas di lapangan melanggar hukum dan ketentuan, apalagi penggunaan dana desa harus hati – hati ” harap Wagub”. (rel)

loading...

Tuliskan Komentar Anda