Pemerintah Beri Perlindungan Maksimal kepada WNI Keturunan di Mindanao

HORASNEWS.COM-Sebagai upaya memberikan perlindungan maksimal kepada WNI keturunan di Mindanao, Filipina Selatan, KJRI Davao City menyelenggarakan kegiatan In-House Training (IHT) dan Sosialisasi Portal Peduli WNI serta Penerbitan Nomor Identifikasi Tunggal (NIT) bagi WNI di Luar Negeri, di KJRI Davao City, Filipina (2/6).

“Ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami di KJRI Davao City, yang telah ditunjuk oleh Pusat sebagai salah satu yang pertama dari 32 Perwakilan RI menjadi tuan rumah Pilot Project pelaksanaan kegiatan In-House Training (IHT) dan Sosialisasi Portal Peduli WNI serta Penerbitan Nomor Identifikasi Tunggal (NIT) bagi WNI di luar negeri,” ujar Konsul Jenderal RI Berlian Napitupulu ketika membuka kegiatan IHT Aplikasi Portal Peduli WNI dan Aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

“Aplikasi Portal Peduli WNI dan Aplikasi SIAK ini akan sangat membantu upaya KJRI dan Pusat, yang akan memberikan paspor kepada sekitar 1.000 WNI  bermukim di Mindanao, mulai 4-8 Juni 2018. Ini adalah upaya three-in-one (3 in 1) dalam rangka memberikan perlindungan maksimal terhadap WNI di Mindanao sebagai wujud dari Nawa Cita, yaitu kehadiran negara,” tutur Konjen RI Berlian.

Lebih lanjut Konjen RI menjelaskan bahwa “Kondisi sosial dan ekonomi WNI keturunan di Mindanao, Filipina Selatan berbeda dengan kondisi WNI yang bermukim di negara lain. Selain kondisi sosial ekonomi yang kurang beruntung, mereka tinggal jauh di pedalaman, serta sulit dijangkau dengan transportasi dan telekomunikasi, sehingga kita harus berpihak dan pro aktif memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap mereka dengan pendekatan jemput bola.”

“Sejauh ini dari 8.745 WNI keturunan (Persons of Indonesian Descents – PIDs) yang tercatat di kawasan Mindanao, terdapat sebanyak 2.619 jiwa yang telah ditetapkan sebagai WNI, dan sebanyak 2.425 di antaranya telah diberikan Surat Penetapan Kewarganegaraan Republik Indonesia (SPKRI). Dari jumlah ini, sebanyak 300 orang telah dibuatkan Paspor RI, yang pemberiannya telah dilakukan secara simbolis oleh Menteri Luar Negeri RI Ibu Retno L.P. Marsudi pada 3 Januari 2018 di Davao City. Saat ini KJRI Davao City, didukung oleh Direktorat Perlindungan WNI dan BHI pada Kementerian Luar Negeri RI dan Direktorat Jenderal Imigrasi pada Kementerian Hukum dan HAM RI, sedang melakukan penerbitan paspor RI sekitar 1.000 buah,” imbuh Konjen RI Berlian.

Konjen RI Berlian berharap “Kegiatan IHT dan Sosialisasi Aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta, baik dari KJRI Davao City maupun KBRI Manila dan KBRI Bandar Seri Begawan. Setelah IHT ini, teman-teman dapat menerapkan aplikasi untuk memberikan perlindungan bagi WNI di wilayah kerja masing-masing. Gunakanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.”

Sedangkan, Direktur Pencatatan Sipil pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri (Dir. Capil, Dirjen Dukcapil, Kemendagri) RI Akhmad Sudirman Tavipiyono menyatakan “Apa yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah RI saat ini adalah melaksanakan Amanat Alinea keempat Pembukaan UUD 1945, adalah negara hadir untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Untuk itu, penting bagi WNI untuk memiliki dokumen terkait dengan administrasi kependudukan, dengan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi WNI yang tinggal di Indonesia atau Nomor Identifikasi Tunggal (NIK) bagi WNI yang tinggal di luar negeri dan belum memiliki NIK. Kepemilikian dokumen administrasi kependudukan akan mempermudah WNI untuk mengakses berbagai hak yang telah disediakan oleh Pemerintah RI, mulai akses pendidikan dan kesehatan hingga kemudahan dalam urusan ketenagakerjaan dan finansial.”

“Melalui aplikasi Portal Peduli WNI, yang telah terintegrasi dengan SIAK, Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM), dan Sistem Informasi Tenaga Kerja Luar Negeri (Sisko-KTLN), mempermudah Pemerintah RI untuk melaksanakan perlindungan terhadap seluruh bangsa Indonesia, khususnya bagi WNI di luar negeri. Selain itu, dengan aplikasi ini diharapkan Pemerintah RI dapat memperoleh data yang akurat WNI yang berada di luar negeri karena data WNI di suatu wilayah juga akan mempengaruhi pembangunan wilayah tersebut,” tambah Dir. Capil Tavipiyono.

Sementara itu, Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler, Kemlu RI/Kepala Protokol Negara Dr. Andri Hadi dalam Sambutan pada Kegiatan Sosialisasi Aplikasi Portal Peduli WNI dan Aplikasi SIAK di House of Indonesia, Davao City, 3 Juni 2018 menyatakan “Portal Peduli WNI merupakan upaya perlindungan ‘zaman now’ untuk mengintegrasikan data, menyeragamkan layanan konsuler dan keimigrasian, serta mempermudah dalam pemberian bantuan kepada WNI.”

Kemudian Aplikasi Portal Peduli WNI dan Aplikasi SIAK diimplementasikan dalam proses pembuatan paspor RI bagi WNI yang bermukim di Mindanao pada 4-8 Juni 2018. Sampai dengan 5 Juni 2018 telah dilakukan pelayanan kepada masyarakat Indonesia, dengan hasil sebagai berikut: i) Penerbitan NIT: 103 orang; ii) Perekaman data biometrik:   79 orang; iii) Perekaman NIK (karena WNI telah memiliki NIK, tetapi belum pernah merekam data di dalam negeri): 2 orang; iv) Lapor Diri pada Portal: 65 orang; dan v) Paspor: 99 orang.   (Sumber: F. Pensosbud KJRI Davao City)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here