Ngeri dan Geli, Warga Ini Makan Ulat Kayu

Ngeri dan Geli, Warga Ini Makan Ulat Kayu (Horasnews.com)

HORASNEWS.COM-Ngeri dan geli, inilah yang terlihat jika tak terbiasa menyaksikan warga memakan ulat. Warga Kabupaten Mentawai, Sumatra Barat masih memiliki makanan lezatnya berupa makan ulat kayu atau disebut Toek.

Toek, adalah sejenis ulat dari kayu yang sudah direndam dalam sungai selama 3 bulan. Kayu yang dipakai itu bukanlah kayu biasa, namun kayu khusus bisa menghasilkan ulat.

Biasanya warga merendam kayu tumung, kemudian di bagian kayu tersebut dilubangi untuk sebagai pengikat biar tidak hanyut terseret arus sungai.

Kayu tumung itu atau dikenal dengan nama kayu Terentang (Campnosperma auriculatum) tumbuh sendiri di hutan-hutan. Tiga bulan setelah direndam dalam sungai kemudian diangkat, lalu dibelah dengan kapak, dari dalam kayu itu akan banyak lubang-lubang kecl sebagai tempat bersarangnya ulat.

Ulatnya seperti cacing tapi warnanya putih kemerahan, kalau dimakan rasanya gurih. Biar tambah lezat, biasanya  warga setempat mencampur bawang merah mentah dan cabe rawit yang sudah di iris-iris, kemudian dicampur perasan jeruk nipis dan garam. (Leo)

Inilah Video Warga Makan Ulat:

loading...

Tuliskan Komentar Anda