Menikmati Wisata Edukasi Penyu di Pariaman

Pengunjung Melihatn Penyu Raksasa

HORASNEWS.COM-Kota Pariaman, Sumatra Barat memiliki banyak tempat-tempat wisata bagus dikunjungi. Selain wisata bahari, juga ada wisata edukasi. Seperti penangkaran penyu atau tukik di Kawasan Panti Ampalu, Desa Manggung, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumbar.

Penangkaran penyu ini berada di  Jalan Syekh Abdul Arif, Kawasan Pantai Ampalu,Desa Manggung, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatra Barat, sekitar 60 kilometer dari Kota Padang.

Kawasan Konservasi Penyu ini memiliki beberapa fasilitas yang dapat dimanfaatkan pengunjung. Di antaranya terdapat ruang inkubasi peneluran penyu, Hacthery, ruang karantina dan pos jaga.

Selain itu, ada ruang informasi, laboratorium hingga taman yang dilengkapi gazebo-gazebo yang menghadap ke laut dengan pemandangan pulau-pulau kecil Kota Pariaman.

“Saya senang melihat penyu-penyu ini,” ujar Ade, salah seorang pengunjung.

Awal mulainya pembuatan kawasan konservasi penyu ini dilakukan awal tahun 2006 dengan membangun fasilitas penangkaran Penyu oleh DKP Kota Pariaman yang menjadi bagian dari kawasan konservasi perairan daerah, namun mulai berjalan dengan baik pada tahun 2009.

Kemudian pada tahun 2013 dibentuk UPT Konservasi Penyu dan pulau-pulau yang berada di kawasan pencadangan mempunyai fungsi utama sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis flora dan fauna serta pemanfaatan yang lestari.

“Kawasan ini juga dapat dimanfaatkan untuk penelitian, pendidikan, objek wisata bahari dan juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk pengembangan ekonomi produktif dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip pemanfaatan yang ramah lingkungan dan lestari,” ujar Irwansyah, Kepala UPT Konservasi dan  Pengawasan Penyu DKP Kota Pariaman.

Kawasan Konservasi ini menjadi tempat pelestarian penyu dan penetasan telur penyu yang berasal dari pulau-pulau yang telah dijadikan kawasan konservasi sekitar Kota Pariaman.

Wilayah pesisir dan pulau kota Pariaman ditemukan species endemik berupa penyu laut dan juga merupakan daerah peneluran penyu yang bertelur sepanjang tahun.

Jenis penyu yang banyak ditemukan di kawasan ini adalah  seperti Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricata), Penyu hijau (Chleonia Mydas), dan Penyu Lengkang (Lepidocheyls Olivacea) dan telur-telur dari ketiga spesies tersebut yang diselamatkan oleh UPT Konservasi Penyu Kota Pariaman.

Bila ada kesempatan dapat datang ke UPT Konservasi Penyu Kota Pariaman untuk berpartisipasi dalam kegiatan pelepasan anak penyu yang menjadi daya tariknya. Kenapa tidak, sebab setiap tahunnya akan melepas ratusan anak penyu dengan melibatkan berbagai instansi ataupun kunjungan dari luar daerah.

Tentunya dengan mengunjungi kawasan konservasi penyu ini dapat menjadi pilihan untuk memperkaya wawasan dan menumbuhkan kepedulilan terhadap pelestarian hewan langka.

Penyu merupakan salah satu bintang purba yang langka di dunia dan keberadaannya dilindungi oelh undang-undang. Penyu dapat bertelur ketika berusia 25 tahun lebih, pemeraman telur penyu berkisar seminggu hingga dua bulan dan penyu dapat berusia hingga ratusan tahun.

Menurut data para ilmuwan, penyu sudah menjadi hewan yang cukup langka karena perburuaan dan perdagangan penyu oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Wali Kota Pariaman Muchlis Rahman, akan berupaya semaksimal mungkin agar kawasan objek wista baru ini menjadi wisata edukasi. “Para pengunjung bisa melakukan penelitian dan pelepasan penyu ke laut tanpa dipungut biaya,” ujar Wali Kota Pariaman.

Pasti anda tidak sabar untuk pergi mengunjungi tempat yang bagus ini. (red)

loading...

Tuliskan Komentar Anda